Ketahui 4 Bahaya Menggunakan Minyak Goreng Berulang Kali

Oleh Yulia Lisnawati pada 17 Mei 2022, 17:04 WIB
Diperbarui 17 Mei 2022, 17:04 WIB
Ilustrasi Minyak Goreng
Perbesar
Ilustrasi minyak goreng. (dok. Unsplash.com/@suicide_chewbacca)

Liputan6.com, Jakarta - Minyak goreng menjadi salah satu bahan pokok yang banyak digunakan individu untuk memasak. Namun, karena cukup seringnya menggunakan minyak goreng, banyak dari kita menggunakan minyak goreng berulang kali untuk mengurangi pemborosan.

Kebiasaan menggunakan minyak goreng berulang kali sangat beracun bagi kesehatan karena membawamu dekat dengan berbagai masalah kesehatan.

Untuk itu, ketahui apa saja bahaya menggunakan minyak goreng berulang kali bagi kesehatan, seperti melansir dari Pinkvilla, Selasa (17/5/2022).

1. Menyebabkan toksisitas dalam tubuh dan meningkatkan kemungkinan gangguan jantung dan kognitif

Ketika minyak yang sudah digunakan dipanaskan lagi, ia akan mengeluarkan konsentrasi yang lebih tinggi dari berbagai bahan kimia beracun seperti Aldehida yang terkait dengan berbagai gangguan kesehatan seperti penyakit yang berhubungan dengan jantung, masalah kognitif seperti demensia, Alzheimer dan penyakit Parkinson.

Demikian juga zat beracun lain yang dilepaskan saat minyak dipanaskan kembali adalah 4-hydroxy-trans-2-nominal (HNE) yang bersifat racun dan cukup toksik bagi tubuh serta bisa menghambat fungsi DNA, RNA dan protein tubuh.

2. Meningkatkan risiko peradangan dan kanker

Karsinogen adalah zat yang berhubungan dengan pembentukan kanker dalam tubuh. Pemasan ulang minyak goreng meningkatkan zat berbahaya di dalamnya seperti hidrokarbon aromatik polisiklik (PAH) dan aldehida yang terkait dengan risiko tinggi kanker dan peradangan dalam tubuh.

Selain itu, jika Anda telah mengalami peradangan tinggi untuk jangka waktu yang lama, penyebabnya yakni mengosumi minyak goreng yang buruk atau digunakan kembali.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


3. Membuka jalan bagi kadar kolesterol LDL (jahat)

Operasi Pasar Minyak Goreng di Polres Jaksel
Perbesar
Petugas melayani warga yang membeli minyak goreng di Polsek Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (4/3/2022). Polres Metro Jakarta Selatan akan menggelar operasi pasar minyak goreng selama enam hari, terhitung mulai hari in, 4 hingga 9 Februari mendatang. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Saat memasak minyak pada suhu tinggi, beberapa lemak diubah menjadi lemak trans. Dan ketika minyak hitam asap ini dihangatkan kembali, ia bahkan melepaskan lemak trans dalam jumlah lebih tinggi yang sangat buruk bagi kesehatan secara keseluruhan.

Mengikuti proses yang sama untuk jangka waktu yang lebih lama menyeretmu mendekati komplikasi kesehatan seperti stroke, obesitas, nyeri dada, sakit perut, gangguan pencernaan dan bahkan penyakit jantung karena konsumsi lemak trans yang tinggi meningkatkan kadar kolesterol LDL dalam tubuh.

4. Memberimu keasaman dan sensasi terbakar

Menggunakan kembali minyak goreng menyebabkan proses beracun yang dikenal sebagai ketengikan. Setelah sedikit terpapar kelembaban, udara atau cahaya, minyak mengalami oksidasi tidak lengkap atau lengkap dan proses ini dikenal sebagai ketengikan.

Setiap kali minyak melewati proses pemanasan, partikel-partikelnya bisa memodifikasi dan menempelkan rasa dan bau yang tidak enak pada minyak dan makanan yang dimasak di dalamnya.

Konsumsi minyak dan makanan tersebut bisa meningkatkan risiko keasaman, sensasi terbakar di perut, masalah tenggorokan dan banyak lagi.


Mengonsumsi minyak goreng berlebih bisa tingkatkan risiko stroke

Ilustrasi gambar minyak goreng bekas
Perbesar
Ilustrasi gambar minyak goreng bekas atau jelantah (dok congerdesign/pixabay.com)

Mengonsumsi minyak goreng kelapa sawit dapat meningkatkan risiko stroke dan juga serangan jantung. Mengonsumsinya secara teratur dipercaya dapat membuat darah di arteri mengental dan mengeras sehingga meningkatkan risiko penyakit jantung.

Seperti diungkapkan pakar nutrisi Sandhya Gugnani dalam Times of India. "Minyak sawit diketahui memiliki kandungan lemak jenuh yang tinggi dan konsumsi secara teratur dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat," tutur Gugnani.

Walau harga minyak goreng turun, sebaiknya kita mengganti minyak itu dengan sumber lemak lain yang lebih menyehatkan.

"Disarankan untuk menggunakan sumber lemak lain untuk kebutuhan sehari-hari," imbuh Gugnani.

Infografis Ragam Tanggapan Gonjang-Ganjing Minyak Goreng. (Liputan6.com/Abdillah)
Perbesar
Infografis Ragam Tanggapan Gonjang-Ganjing Minyak Goreng. (Liputan6.com/Abdillah)
Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya