Wanita Hamil dengan Covid-19 Tiga Kali Lebih Mungkin Alami Penggumpalan Darah

Oleh Sulung Lahitani pada 24 Mar 2022, 13:30 WIB
Diperbarui 24 Mar 2022, 13:30 WIB
Meredakan Rasa Mual
Perbesar
Ilustrasi Kehamilan Credit: pexels.com/Anastasia

Liputan6.com, Jakarta Temuan terbaru ilmuwan menemukan bahwa wanita hamil yang tertular Covid dua kali lebih mungkin mengalami komplikasi serius dan tiga kali lebih mungkin menderita penggumpalan darah yang berpotensi fatal. Tak hanya itu, Covid-19 juga menggandakan risiko kelahiran prematur, sindrom gangguan pernapasan akut dan sepsis.

Data yang diambil di Inggris menemukan calon ibu yang tidak divaksinasi merupakan seperlima dari pasien yang paling sakit dalam perawatan intensif.

Para ilmuwan menemukan, pasien yang terinfeksi yang mengambil bagian dalam studi terbaru ini tiga kali lebih mungkin mengalami penggumpalan darah - yang secara medis dikenal sebagai tromboemboli.

Tromboemboli dapat menyebabkan penyumbatan di arteri utama paru-paru atau terbentuk di tempat lain dan mengancam jiwa. Secara keseluruhan, Covid meningkatkan risiko penyakit ibu yang parah dua setengah kali.

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

 

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.


Meningkatkan risiko komplikasi

Darah
Perbesar
Gumpalan darah terbentuk di pohon bronkial pasien yang gagal jantung kronis. (The New England Journal of Medicine)

Dr Assiamira Ferrara, penulis utama studi di konsorsium perawatan yang berbasis di California Kaiser Permanente, mengatakan: "Temuan ini menambah bukti yang berkembang bahwa Covid-19 selama kehamilan meningkatkan risiko komplikasi serius."

Temuan ini didasarkan pada 43.886 wanita hamil di AS di mana 1.332 di antaranya terinfeksi.

Dr Ferrara menambahkan: "Ditambah dengan bukti bahwa vaksinasi Covid-19 aman dilakukan selama kehamilan, temuan ini akan membantu pasien dalam memahami risiko komplikasi perinatal dan perlunya vaksinasi."

"Studi ini mendukung rekomendasi untuk vaksinasi individu hamil dan mereka yang merencanakan pembuahan."

 


Wanita obesitas juga lebih berisiko

Menyebabkan Obesitas
Perbesar
Ilustrasi Kenaikan Berat Badan Credit: freepik.com

Konsorsium perawatan yang berbasis di California, Kaiser Permanente, melacak peserta dari sebelum pembuahan hingga melahirkan untuk mengidentifikasi hubungan antara komplikasi sebelum dan sesudah kelahiran.

Covid didiagnosis melalui tes PCR oleh para peneliti. Kelompok yang beragam ras dan etnis itu diikuti sejak Maret 2020 hingga Maret 2021.

Mereka yang dites positif lebih mungkin berusia lebih muda, obesitas, Hispanik, memiliki banyak bayi atau tinggal di lingkungan yang miskin, kata para ilmuwan.

 


Pentingnya vaksinasi

Ilustrasi vaksin COVID-19 (Source: Pexels/Artem Podres)
Perbesar
Ilustrasi vaksin COVID-19 (Source: Pexels/Artem Podres)

Dr Mara Greenberg, rekan penulis studi dan spesialis kedokteran ibu-janin, mengatakan: "Studi kami besar, beragam, dan mendukung perlunya vaksinasi oleh individu hamil dan mereka yang berencana untuk hamil."

"Hal terpenting yang dapat dilakukan orang untuk melindungi diri mereka sendiri dan bayi mereka adalah mendapatkan vaksinasi."

Analisis menemukan hampir enam persen pasien dengan infeksi virus corona selama kehamilan memiliki rawat inap terkait.

Para peneliti membandingkan pasien yang melahirkan sebelum dan setelah Desember 2020, saat tes Covid-19 universal pada pasien hamil dimulai.

Mereka menemukan tingkat tes positif masing-masing 1,3 dan 7,8 persen. Risiko kesehatan yang sama diterapkan pada kedua kelompok.

 


Risiko meninggal saat melahirkan

Menurunkan Risiko Cacat Lahir
Perbesar
Ilustrasi Bayi Sehat Credit: pexels.com/Lisa

Tim AS terus meneliti Covid dan kehamilan, dengan fokus pada pengobatan jarak jauh dan pemberian perawatan kesehatan selama pandemi.

Dr Monique Hedderson, rekan penulis studi lain, mengatakan: "Kami juga berencana untuk mengikuti ibu dan anak-anak untuk mempelajari kemungkinan efek kesehatan jangka pendek dan jangka panjang dari infeksi virus corona selama kehamilan."

Pada analisis November terhadap 200.000 wanita hamil di Prancis menemukan mereka yang terinfeksi Covid-19 memiliki kemungkinan 40 kali lebih tinggi untuk meninggal saat melahirkan, kata para ilmuwan.

Studi ini dipublikasikan di JAMA Internal Medicine.

Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya