Berkat Covid-19, Perempuan Ini Merasakan Karantina di Resor Mewah di Maroko

Oleh Sulung Lahitani pada 28 Okt 2021, 18:05 WIB
Diperbarui 28 Okt 2021, 18:05 WIB
Berkat Covid-19, Perempuan Ini Merasakan Karantina di Resor Mewah di Maroko
Perbesar
Doc: TeessideLive

Liputan6.com, Jakarta Seorang perempuan bersama temannya terjebak di sebuah hotel mewah lengkap di Maroko setelah pembatasan Covid-19 baru menggagalkan rencana mereka untuk terbang pulang ke Inggris.

Chloe Cervone dan teman dekatnya, Lucy Ross menghabiskan waktu liburan dua minggu di Afrika Utara ketika Pemerintah Maroko menghentikan penerbangan ke dan dari Inggris.

Larangan penerbangan mulai berlaku pada tengah malam, setelah diumumkan pada hari Rabu. Larangan tersebut dikeluarkan karena dilaporkan bahwa jumlah kasus positif Covid-19 di Inggris telah mencapai di atas 40.000 selama tujuh hari berturut-turut.

"Pemerintah Maroko telah mengumumkan penangguhan untuk periode yang tidak ditentukan penerbangan langsung antara Maroko dan Inggris (dan Jerman dan Belanda) yang berlaku mulai tengah malam 20 Oktober."

Demikian pengumuman yang diterima oleh dua wanita itu.

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Tak bisa kembali ke Inggris

Berkat Covid-19, Perempuan Ini Merasakan Karantina di Resor Mewah di Maroko
Perbesar
Doc: Istimewa

Akibatnya maskapai dan operator tur terpaksa membatalkan penerbangan dengan pemberitahuan yang sangat mendadak.

Chloe dan Lucy dijadwalkan pulang pada Kamis malam. Namun, menurut laporan Teesside Live, aturan perjalanan baru menggagalkan itu serta rencana Chloe untuk menjual es krim dari bisnisnya di kota tepi laut.

"Kami seharusnya terbang tadi malam, tetapi penerbangan itu dibatalkan. Kami telah diberitahu bahwa itu akan dijadwal ulang untuk malam ini, tetapi masih ada begitu banyak ketidakpastian," kata Chloe, yang menjalankan bisnis Flows Flavours Ice Cream di Inggris seperti dihimpun dari Mirror.

Ini berarti mereka harus dikarantina di Hotel Riu Palace Tikida Taghazout yang disediakan Pemerintah Maroko.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Resor mewah

Ilustrasi Resor
Perbesar
Ilustrasi resor (Tia Helmy/unsplash).

Terletak di dekat pantai berpasir, resor tersebut digambarkan oleh TripAdvisor memiliki "standar tertinggi dalam hal kemewahan, keunggulan, dan kecanggihan", dengan lima bar, restoran steak, dan bahkan toko kue.

Meski Chloe mengakui resor itu cantik, mereka masih berusaha mencari tahu kapan penerbangan mereka ke Manchester akhirnya akan terjadi.

"Kami telah berbicara dengan perwakilan kami pagi ini, tetapi mereka mengatakan kepada kami bahwa mereka tidak tahu apa yang terjadi," tambahnya.

"Mereka akan memberi tahu kami pada pukul 6 sore malam ini untuk memberi tahu kami apakah kami bisa pulang atau tidak, tetapi tampaknya sangat tidak mungkin."

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Tidak mengeluh dengan adanya larangan penerbangan

Arsitek Inggris Berencana Bangun Resor Terapung Mewah dari Plastik Laut
Perbesar
Ilustrasi gambar pulau (dok Julius_Silver/pixabay.com)

Chloe mengaku ia tidak mengeluh dengan larangan itu karena ini adalah surga. Terlebih resor tersebut tengah sepi pengunjung.

Meski demikian, kisah mereka dapat menjadi pengingat yang jelas tentang potensi bahaya bepergian selama pandemi ini.

Sementara wisatawan Inggris berbondong-bondong ke tujuan wisata sejak aturan dilonggarkan, tingkat infeksi Covid di Inggris yang meningkat berpotensi membuat negara lain mengikuti jejak Maroko. Negara itu menangguhkan semua penerbangan ke Inggris - serta Jerman dan Belanda hingga pemberitahuan lebih lanjut.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Kasus Covid yang meningkat di Inggris

Ilustrasi gedung parlemen Inggris (pixabay)
Perbesar
Ilustrasi gedung parlemen Inggris (pixabay)

Tindakan itu dilakukan di tengah kekhawatiran tingkat infeksi Inggris mulai sekali lagi lepas kendali. Angka saat ini menunjukkan tingkat infeksi di Inggris sekitar 45 kali lebih tinggi dari Maroko.

Sementara kedua wanita itu menunggu untuk mengetahui kapan mereka dapat kembali, Chloe menggunakan halaman Facebook perusahaannya untuk mengirim pesan ke rumah bahwa semuanya tidak terlalu buruk.

Ia mengunggah foto resornya yang bermandikan sinar matahari dengan menambahkan keterangan: "Terjebak di surga (sayang sekali).

"Kami berharap dapat kembali keluar akhir pekan ini untuk menyajikan makanan manis favorit Anda, tetapi karena keadaan yang tidak terduga ini, kami harus menunggu dan melihat," tutupnya.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya