Keutamaan dan Niat Puasa Arafah Jelang Idul Adha 1442 Hijriah

Oleh Anri Syaiful pada 18 Jul 2021, 18:10 WIB
Diperbarui 18 Jul 2021, 22:53 WIB
Ilustrasi Puasa Arafah
Perbesar
Ilustrasi Puasa Arafah. (pixabay.com)

Liputan6.com, Jakarta - Setiap muslimin maupun muslimat disunahkan menunaikan puasa Tarwiyah dan puasa Arafah di bulan Zulhijah. Kedua puasa sunah ini dijalankan menjelang Idul Adha, tepatnya pada 8 dan 9 Zulhijah.

Pada tahun ini, puasa Tarwiyah jatuh pada 8 Zulhijah 1442 Hijriah atau Minggu 18 Juli 2021 Masehi. Sedangkan puasa Arafah pada 9 Zulhijah 1442 Hijriah atau Senin 19 Juli 2021.

Kaum muslim pun dianjurkan melaksanakan puasa sunah Tarwiyah dan Arafah tersebut. Sebab, keduanya dapat mendatangkan banyak pahala untuk yang menjalankannya.

Puasa Tarwiyah baru saja dilalui pada hari ini. Besok, puasa Arafah mulai dilaksanakan.

Simak keutamaan puasa Arafah disertai niatnya yang dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber, Minggu (18/7/2021), di halaman berikut:

 

Video Pilihan

Scroll down untuk melanjutkan membaca

1. Keutamaan Puasa Arafah

Ilustrasi Niat Puasa Arafah
Perbesar
Ilustrasi Niat Puasa Arafah. (Foto: pexels.com/pixabay)

Puasa Arafah dilaksanakan pada hari Arafah, tepatnya hari ke-9 bulan Zulhijah dalam kalender Hijriah. Hari tersebut bertepatan pula dengan hari ke-2 dalam rangkaian ritual ibadah haji.

Puasa Arafah dilaksanakan tepat sewaktu jemaah haji menjalankan ibadah wukuf di Padang Arafah. Puasa tersebut disunahkan bagi setiap muslim yang tidak melakukan ibadah haji.

Mengenai puasa Arafah, Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda:

صيام يوم عرفة أحتسب على الله أن يكفر السنة التي قبله والسنة التي بعده

Arti:

"Saya mengharap kepada Allah agar puasa hari 'arafah bisa menghapuskan (dosa) pada tahun sebelumnya dan tahun sesudahnya." (HR Muslim 1162)

Adapun bagi muslim sedang menunaikan ibadah haji, mereka disunahkan tak berpuasa pada hari Arafah. Sebab, Rasulullah SAW dan para sahabatnya, termasuk Abu Bakar Ash-Shidiq, Umar bin Khattab, dan Utsman bin Affan tidak berpuasa Arafah saat menunaikan ibadah haji.

Kecuali bagi jemaah haji yang berhaji Tamattu’ dan tidak mendapatkan hadyu atau dam, maka boleh baginya berpuasa di hari Arafah dan hari-hari Tasyrik.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

2. Dalil Puasa Arafah

Ilustrasi Puasa Arafah
Perbesar
Ilustrasi Puasa Arafah. (Image by Ahmed Sabry from Pixabay)

Bisakah puasa Arafah dapat menghapus semua jenis dosa? Baik dosa kecil maupun besar yang dilakukan dalam dua tahun tersebut? Atau cuma menghapuskan dosa kecil, tanpa dosa besar?

Pendapat Pertama

Pendapat mazhab Dzhahiriyah dan dipilih oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, yakni puasa Arafah dapat menghapus dosa kecil maupun besar.

Di antara dalil mereka yang menegaskan amalan dapat menghapus dosa-dosa besar, yaitu hadis shahihain dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu’anhu:

( من حج لله فلم يرفث ولم يفسق رجع من ذنوبه كيوم ولدته أمه )

Arti:

"Barangsiapa yang menunaikan haji karena Allah, lalu ia tidak berkata keji dan berbuat fasik, maka ia akan disucikan dosa-dosanya sebagaimana keadaannya ketika ia dilahirkan oleh ibunya." (Bukhari; 1819, dan Muslim; 3358)

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

3. Dalil Pendapat Kedua

Ilustrasi Puasa Arafah
Perbesar
Ilustrasi Puasa Arafah. (Sumber: Pixabay)

Pendapat jumhur ulama termasuk imam mazhab yang empat, yang dihapus cuma dosa-dosa kecil. Adapun dosa-dosa besar hanya bisa terhapus dengan taubat. Ini sesuai dengan dalil firman Allah ta'ala:

{ إِنْ تَجْتَنِبُوا كَبَائِرَ مَا تُنْهَوْنَ عَنْهُ نُكَفِّرْ عَنْكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ } ( النساء ؛ 31) .

Arti:

"Andai kalian menjauhi dosa-dosa besar yang dilarang atas kalian, maka Kami akan menghapus dosa-dosa kalian." (QS Al Nisa’ ; 31)

Selain itu, hadis riwayat Imam Muslim (574) dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu’anhu bahwasanya Rasulullah SAW bersabda:

الصلوات الخمس والجمعة إلى الجمعة ورمضان إلى رمضان مكفرات ما بينهن إذا اجتنب الكبائر

Arti:

"Sholat lima waktu, antara Jumat yang satu dengan Jumat lainnya, dan antara Ramadan yang satu dengan Ramadan lainnya adalah menghapus dosa-dosa yang dilakukan di antara keduanya selama tidak melakukan dosa-dosa besar."

Hadis ini adalah dalil yang sangat jelas bahwa sholat wajib, Jumat, dan puasa Ramadan yang merupakan dua rukun islam tidak bisa menghapus dosa-dosa besar. Apalagi, bila hanya puasa Arafah yang hukumnya sunah. Wallaahu a’lam.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

4. Niat Puasa Arafah

Ilustrasi Niat Puasa Arafah
Perbesar
Ilustrasi Niat Puasa Arafah. (Sumber: Pixabay)

Perlu diperhatikan pula. Pelafalan niat puasa Arafah sebaiknya diucapkan pada malam hari sebelum menjalankan ibadah sunah tersebut.

Tapi, berhubung puasa ini bukanlah puasa wajib, maka tetap diperbolehkan mengucapkan niat tersebut di siang hari. Dengan catatan belum sempat makan atau minum sepanjang hari.

Berikut lafal niat puasa Arafah di malam hari:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ يَوْمِ عَرَفَةَ لِلهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghadin ‘an adaa’i sunnati Arafah lillaahi ta‘aalaa.

Arti:

"Saya berniat puasa sunah Arafah esok hari karena Allah SWT."

Lafal niat puasa Arafah di siang hari:

نَوَيْتُ صَوْمَ هَذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ عَرَفَةَ لِلهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma haadzal yaumi ‘an adaa’i sunnati Arafah lillaahi ta‘aalaa.

Arti:

"Aku berniat puasa sunah Arafah hari ini karena Allah SWT."

Selanjutnya, setiap muslim dapat menjalankan puasa Arafah sama dengan menjalankan puasa lain, persis seperti menjalankan puasa Ramadan. Hal membedakan jenis puasa satu dengan lainnya adalah pada waktu serta niat pengerjaannya.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya