Konsumsi Makanan Cepat Saji dalam Sebulan, Berat Badan Pria Ini Naik 380 Kg

Oleh Syifa Aulia pada 10 Jul 2021, 08:05 WIB
Diperbarui 10 Jul 2021, 08:05 WIB
Pria obesitas di China
Perbesar
Berat badan pria di China bertambah 380 kg karena sering makan makanan cepat saji dalam porsi banyak. Foto: toutiao.com

Liputan6.com, China - Seorang pria di China mengalami kenaikan berat badan hingga 380 kg dalam sebulan karena terlalu banyak mengonsumsi makanan cepat saji.

Pria bernama Xiao Li ini telah menghabiskan rata-rata 5.000 yuan atau setara dengan Rp 11 juta selama sebulan hanya untuk membeli makanan cepat saji. Ia bisa membeli 5 hingga 6 jenis makanan setiap harinya.

Melansir dari Toutiao, Jumat (9/7/2021), cuaca di China sangat panas, kondisi itu membuat banyak individu memesan makanan cepat saji daripada harus memasak di rumah. Namun, konsumsi makanan cepat saji secara berlebihan dalam waktu singkat ini bisa memberi dampak negatif pada kesehatan.

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:


Tidur dengan Ventilator

Pria obesitas di China
Perbesar
Berat badan pria di China bertambah 380 kg karena sering makan makanan cepat saji dalam porsi banyak. Foto: toutiao.com

Kondisi tubuhnya yang terlalu gemuk ini membuat pria yang tinggal di Xi'an, Shaanxi, harus tidur dengan bantuan ventilator. Jika tidak, ia akan sering terbangun karena kesulitan bernapas.

Ia juga mengalami kesulitan saat mandi, bahkan saat pergi menggunakan kendaraan, Xiao Li harus menduduki beberapa kursi dan sabuk pengamannya dipanjangkan.


Berat Badan Awal 180 kg

Pria obesitas di China
Perbesar
Berat badan pria di China bertambah 380 kg karena sering makan makanan cepat saji dalam porsi banyak. Foto: toutiao.com

Sebelumnya, ia memiliki berat badan 180 kg dengan tinggi 1,8 meter. Meskipun jumlah tersebut melebihi berat badan standar, tetapi ia tidak merasa kesulitan saat beraktivitas. Setelah beratnya bertambah, Xiao Li merasa sangat tertekan karena aktivitasnya jadi tertanggu.

Setiap harinya ia mengonsumsi makanan berkalori tinggi. Menu-menu yang biasa dipesan seperti ayam goreng, nasi, mie daging sapi, bibimbap daging sapi dan steak ayam.

Menurut Xiao Li, dirinya tidak pernah membatasi jenis makanan yang akan dimakan. Jadi, saat ia menginginkannya, makanan itu langsung ia pesan.


Sulit Berjalan

Pria obesitas di China
Perbesar
Berat badan pria di China bertambah 380 kg karena sering makan makanan cepat saji dalam porsi banyak. Foto: Shanghai Hotline

Xiao Li juga kesulitan berjalan dan selalu kehabisan bernapas hingga harus beristirahat sejenak beberapa kali. Seluruh tubuhnya gemetar saat berjalan.

Tubuhnya yang obesitas ini membawa bencana bagi Xiao Li. Dirinya juga kesulitan dalam membeli pakaian hingga harus memesan online dengan ukuran 9XL.

Ia mengakui selama ini dirinya sangat suka makan dan tidak dibarengi dengan olahraga. Ia hanya duduk sepanjang hari untuk bekerja. 


Dioperasi

Pria obesitas di China
Perbesar
Berat badan pria di China bertambah 380 kg karena sering makan makanan cepat saji dalam porsi banyak. Foto: Shanghai Hotline

Setelah menyadari tubuhnya mengalami obesitas, Xiao Li memutuskan untuk menurunkan berat badan. Ia mendatangi tempat pelatihan untuk menurunkan berat badan, namun cara itu gagal dilakukannya.

Ia lalu memutuskan mendatangi dokter setelah melalui berbagai pertimbangan. Menurut dokter yang menangani Xiao Li, ia harus melakukan operasi pada tubuh Xiao Li untuk mengecilkan perut. 

Setelah nafsu makannya berkurang, dokter akan membantunya untuk menurunkan berat badan dan membuatnya lebih sehat.

Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya