5 Alasan Orang Skandinavia Dianggap Orang Paling Bahagia di Dunia

Oleh Sulung Lahitani pada 24 Jun 2021, 19:05 WIB
Diperbarui 24 Jun 2021, 19:05 WIB
Ilustrasi orang bahagia
Perbesar
Ilustrasi orang bahagia. Sumber foto: pexels.com/Andre Furtado.

Liputan6.com, Jakarta Negara-negara Skandinavia seperti Norwegia, Denmark, Finlandia, Swedia, dan Islandia sering menempati peringkat tinggi dalam daftar negara-negara di mana orang merasa paling bahagia dan paling puas dengan kehidupan mereka. Negara-negara ini selalu berada di sepuluh besar dalam Laporan Kebahagiaan Dunia sejak pertama kali diterbitkan pada tahun 2013.

Faktanya, ini bukan suatu kebetulan. Ada beberapa hal istimewa yang membuat mereka menonjol dari negara-negara lain di dunia.

Berikut ini beberapa alasan mengapa orang Skandinavia merupakan orang paling bahagia di dunia seperti dihimpun dari berbagai sumber.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Mereka menghargai keseimbangan dalam hidup

Berani Keluar dari Zona Nyaman
Perbesar
Ilustrasi Ekspresi Bahagia Credit: pexels.com/AndreaPiacquadio

Skandinavia tidak berusaha untuk menjadi miliarder. Mereka tahu bagaimana menjadi efisien di tempat kerja dan menikmatinya, tetapi mereka juga menghabiskan banyak waktu dengan keluarga dan teman-teman mereka dan mendedikasikan waktu untuk gairah dan hobi mereka.

Tak hanya itu, mereka juga memiliki waktu kerja yang lebih sedikit. Misalnya, di Denmark, orang bekerja 37 jam seminggu. Sebagian besar karyawan meninggalkan pekerjaan sekitar pukul 4 sore, sehingga mereka memiliki banyak waktu luang tersisa. Sebagai perbandingan, orang-orang di negara lain sering bekerja lebih dari 40 jam per minggu.

Untuk menjadi seproduktif mungkin dan menyelesaikan semuanya tepat waktu, orang Denmark tidak membuang waktu untuk mengobrol dengan rekan kerja mereka atau beristirahat untuk menjalankan tugas. Mereka memahami bahwa ini akan memungkinkan mereka untuk menyelesaikan pekerjaan lebih cepat. Selain itu, menggabungkan pekerjaan kantor dan bekerja dari jarak jauh merupakan hal yang umum.

Waktu liburan adalah hal lain yang membuat Denmark menonjol. Karyawan berhak atas cuti berbayar selama 5 minggu. Dan, karena keseimbangan kehidupan kerja sangat penting bagi mereka, mereka bahkan didorong untuk mengambilnya. Mereka juga bisa mendapatkan bayaran "cuti stres" ketika hal-hal di tempat kerja menjadi sangat buruk sehingga mempengaruhi kesehatan mental mereka.

Di Finlandia, karyawan juga memiliki hak untuk menggeser hari kerja mereka 3 jam lebih awal atau lebih lambat. Fleksibilitas ini memungkinkan mereka menjadwalkan hari mereka untuk kenyamanan mereka. Di Norwegia, karyawan yang sakit juga mendapatkan cuti berbayar hingga 3 minggu.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Mereka suka menghabiskan waktu di alam

mencintai diri sendiri
Perbesar
ilustrasi perempuan bahagia/Photo by Ronailson Santos from Pexels

Menghabiskan waktu di luar ruangan dapat memiliki efek positif pada kesehatan fisik dan mental Anda. Dan orang Skandinavia tahu bagaimana memanfaatkan alam secara maksimal. Meskipun cuaca dingin, mereka tahu bagaimana menikmatinya. Mereka bahkan memiliki pepatah, "Tidak ada yang namanya cuaca buruk, hanya pakaian yang buruk."

Kecintaan mereka untuk menghabiskan waktu di luar ruangan memiliki nama — friluftsliv. Ini adalah bagian penting dari kehidupan mereka, mereka dapat melakukannya dalam cuaca apa pun, dan tidak harus menjadi acara besar untuk pergi hiking di hutan. Sebaliknya, itu sesuatu yang alami dan kasual bagi mereka. Bahkan perusahaan mendorong karyawannya untuk berolahraga dan menghabiskan waktu di luar ruangan.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Ibu dan ayah baru didukung pemerintah

karakter zodiak
Perbesar
ilustrasi ibu dan anak bahagia/Photo by cottonbro from Pexels

Di Islandia, wanita yang baru melahirkan diberikan cuti berbayar selama 9 bulan, dan pria yang baru saja menjadi ayah diberikan 3 bulan. Sebagai perbandingan, wanita di AS hanya diberikan cuti hamil selama 12 minggu, dan itu tidak dibayar.

Di Swedia, orang tua baru diberikan cuti berbayar hingga 480 hari sambil menerima 80% dari gaji mereka. Ibu hamil dan baru juga diperbolehkan untuk mengurangi jam kerja normal mereka hingga 25% sampai anak mereka berusia 8 tahun dan menerima tunjangan anak bulanan sampai anak berusia 16 tahun.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Mereka tidak stres tentang uang

[Bintang] Ternyata Ada Kebaikan yang Datang Setelah Putus Cinta, Jadi Tak Usah Terlalu Stres Memikirkannya
Perbesar
Jutaan orang mengalami putus cinta dan hingga sekarang mereka buktinya bisa hidup bahagia. Jalan cinta memang seperti itu kawan! (Ilustrasi: Huffington Post)

Di banyak negara, orang menghabiskan banyak uang untuk tagihan medis atau hanya untuk membayar sekolah dan universitas. Itu tidak terjadi di negara-negara Nordik.

Kesehatan dan pendidikan gratis di negara-negara tersebut. Selain itu, para pengangguran juga diberikan bantuan. Mereka memiliki asuransi pengangguran dan tunjangan anak, dan mereka ditawari tempat di program pengalaman kerja.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Mereka mempercayai orang lain

Ilustrasi tertawa, bahagia
Perbesar
Ilustrasi tertawa, bahagia. (Gambar oleh StockSnap dari Pixabay)

Mampu mempercayai orang lain berarti mereka percaya bahwa orang lain sama jujurnya dengan mereka dan bahwa setiap orang peduli dengan kebaikan bersama. Jadi interaksi sosial menjadi lebih menyenangkan, begitu pula hubungan yang dibangun orang Skandinavia. Hubungan ini, pada gilirannya, dapat memberi mereka dukungan yang diperlukan.

Negara-negara Nordik juga memiliki tingkat kejahatan yang lebih rendah, sehingga orang merasa lebih aman. Keamanan dan kepercayaan ini secara positif dapat mempengaruhi kesejahteraan mereka.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya