Studi: Wanita yang Makan Junk Food dan Tidak Suka Sarapan, Kesehatan Mentalnya Buruk

Oleh Ignatia Ivani pada 19 Jun 2021, 17:32 WIB
Diperbarui 19 Jun 2021, 17:32 WIB
Menahan Diri setelah Makan dari Berbaring
Perbesar
Ilustrasi Berbaring Credit: pexels.com/Cindy

Liputan6.com, Jakarta Tidak hanya kesehatan fisik yang bergantung pada pola makan Anda. Rupanya, setiap makanan yang Anda konsumsi juga berpengaruh pada kesehatan mental Anda.

Terutama bagi kaum hawa, penting untuk menjalankan pola makan yang sehat demi kesehatan mentalnya. Sebagaimana yang diungkapkan dalam penelitian Journal of Personalized Medicine pada 19 Mei 2021, kebanyakan wanita di atas 30 tahun berupaya menjalankan diet sehat untuk mencegah kecemasan, Depresi, dan kesusahan.

Melansir dari Insider, berikut alasan mengapa kesehatan mental wanita lebih buruk dibandingkan pria ketika makan junk foodPenasaran? Ini alasannya. 

 

 

 

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Studi penelitiannya

Junkfood
Perbesar
Ilustrasi Mengonsumsi Junkfood Credit: pexels.com/Edward

Peneliti dari Binghamton University, New York melakukan penelitiannya pada 322 wanita dan 322 pria yang berusia 30 tahun atau lebih. 

Di dalam proyeknya, peneliti menggunakan survei sebagai instrumennya dalam mengamati kebiasaan makan, aktivitas fisik, dan pola suasana hati mereka.

Hasil temuannya menemukan bahwa makanan seperti kacang-kacangan, ikan, dan sayuran hijau lebih mungkin disantap suasana hati positif.

Sementara, makanan cepat saji dan kebiasaan melewatkan sarapan sering dikaitkan pada suasana hati yang buruk.

Lebih lagi, bagi makanan seperti keripik dan makanan menjadi menu utama yang secara cepat meningkatkan gula darah. 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Wanita lebih riskan terkena gangguan mental

Menghindari Makanan Pemicu Rasa Lapar di Malam Hari
Perbesar
Ilustrasi Makan di Malam Hari Credit: freepik.com

Efek dari kebiasaan buruk tersebut rupanya lebih dominan dialami oleh para perempuan dibandingkan pria. 

Menurut Lina Begdache, asisten profesor studi kesehatan dan kebugaran di Universitas Binghamton menjelaskan pola makan yang tidak sehat menyebabkan tingkat tekanan mental lebih tinggi pada wanita.

Hal ini memungkinkan orang yang bahagia lebih cenderung membuat pilihan yang lebih sehat, sementara orang yang cemas atau depresi cenderung mencari kenyaman dengan memakan makanan yang tidak sehat. 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Lalu, bagaimana solusinya?

ilustrasi ganguan makan
Perbesar
ilustrasi ganguan makan (sumber: freepik)

Demi mengurangi efek samping yang ditimbulkan, olahraga menjadi solusi Anda untuk mempertahankan kesehatan psikologis yang jadi efeknya.

Sehingga efek-efek yag dikhawatirkan bisa teratasi dengan mencari kesibukan dibandingkan hanya berdiam diri. 

 

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya