Wajib Tahu, Ini Bahaya Bertukar Sikat Gigi

Oleh Reza pada 14 Jun 2021, 07:00 WIB
Diperbarui 14 Jun 2021, 07:00 WIB
Ilustrasi Sikat Gigi
Perbesar
Ilustrasi sikat gigi. (dok. Unsplash.com/Superkitina @superkitina)

Liputan6.com, Jakarta Darurat, itulah yang biasa dikatakan sebagian orang menggunakan sikat gigi bersamaan atau bertukar sikat gigi. Hal itu tidak dianjurkan bahkan menggunakan menggunakan sikat gigi bersamaan mampu mempengaruhi kesehatan tubuh, termasuk gigi dan mulut.

Dilansir dari berbagai sumber, setiap orang memiliki kesehatan mulut dan gigi yang berbeda. Salah satunya bakteri E.coli dan Staphylococcus. Bakteri itu mampu menimbulkan infeksi maupun penyakit dan bisa berpindah melalui bertukar sikat gigi.

Bayangkan jika, kamu menggunakan sikat gigi teman ataupun anggota keluarga lainnya. Melalui sikat gigi itu, bakteri akan hinggap dan masuk ke dalam mulut Anda saat disikat.

Permasalahannya, kita tidak tahu perilaku seseorang yang menggunakan sikat gigi tersebut sebelum Anda. Bisa saja, ia tidak membilas sikat gigi dengan bersih ketika selesai menyikat.

Perlu diingat bahwa bertukar sikat gigi mampu menimbulkan risiko penularan penyakit lainnya. Mulai dari flu, radang tenggorakan, herpes dan penyakit lainnya.

Maka dari itu, untuk menjaga kesehatan, kita harus membawa sikat gigi sendiri ketika perjalanan jauh atau sedang menginap di rumah seseorang. Lebih baik ketimbang menggunakan atau bertukar sikat gigi.

Bicara sikat gigi, ada beberapa hal yang perlu kamu perhatikan agar gigi bersih dan terhindar dari bakteri. Hal pertam ada tekstur bulu sikat gigi. Anda perlu menemukan sikat gigi yang memiliki bulu yang lembut. Hal itu mencegah risiko gusi berdarah.

Selain itu, pilih sikat gigi dengan ujung kepala yang dinamis. Artinya mampu menjangkau ke bagian gigi paling belakang. Terakhir adalah pegangan sikat gigi. Dengan gagang yang kesat mampu memberikan kenyamanan ketika Anda menyikat gigi saat digenggam.

 

(*)