Bantu Tenaga Medis, Robot Grace Siap Rawat Pasien Covid-19

Oleh Liputan6.com pada 12 Jun 2021, 16:12 WIB
Diperbarui 12 Jun 2021, 16:12 WIB
Grace, robot yang dirancang bantu tenaga medis
Perbesar
Grace, robot yang dirancang bantu tenaga medis (Screenshot of Twitter/@Reuters)

Liputan6.com, Hong Kong - Pandemi Corona Covid-19 hingga kini masih menyelimuti warga di berbagai negara. Virus ini sudah melumpuhkan kegiatan-kegiatan sehari-hari karena proses penularannya yang sangat cepat. Bahkan, banyak interaksi sosial yang harus dikurangi semenjak adanya Covid-19.

Sudah banyak orang yang terpapar Covid-19 yang bisa menyebabkan kematian untuk beberapa kasus. Oleh sebab itu, para tenaga medis pun dengan sigap membantu proses penyembuhan pasien yang terpapar virus ini.

Berhadapan langsung dengan Covid-19 membuat tenaga medis berisiko lebih mudah terpapar Corona. Untuk itu, Hanson Lokakarya Robotika Hong Kong membuat robot yang dapat membantu tenaga medis.

 

Robot Cantik Bernama Grace

Grace dan David Hanson (Perancang Robot)
Perbesar
Grace dan David Hanson (Perancang Robot) (Screenshot of Twitter/@Reuters)

 

Selama pandemi Covid-19, staf rumah sakit menjadi garis terdepan untuk menyembuhkan para pasien yang terpapar.

Melansir dari Hindustan Times, Kamis (10/6/2021), dalam video yang diunggah oleh Reuters, menjelaskan bahwa tim yang berada di belakang robot humanoid selebriti Sophia ini yang juga meluncurkan prototipe baru, yaitu Grace.

The Hong Kong team behind celebrity humanoid robot Sophia is launching a new prototype, Grace, targeted at the healthcare market and designed to interact with the elderly and those isolated by the health crisis https://t.co/QmICTl23RS pic.twitter.com/TUS5HWBUJG

— Reuters (@Reuters) June 9, 2021

Robot Grace ditargetkan untuk pasar perawatan kesehatan yang dirancang agar bisa berinteraksi dengan orang tua dan orang-orang yang mengisolasi diri karena pandemi Covid-19.

Grace dibuat sangat mirip dengan perawat kesehatan profesional dan juga berkapasitas untuk berinteraksi sosial sehingga sangat bisa meringankan beban staf rumah sakit yang bertugas, kata David Hanson, perancang robot.

 

Dilengkapi Kamera Ternal yang Bisa Mengukur Suhu

Secara fisik, Grace mengenakan seragam perawat yang berwarna biru dengan wajah seperti orang Asia, dan rambut cokelat dengan panjang sampai kerah yang menunjang penampilannya.

Pada bagian dadanya, Grace memiliki kamera termal yang bisa mengukur suhu Anda dan mengukur respons yang diberikan manusia.

Dengan menggunakan kecerdasan buatan, Grace bisa mendiagnosis pasien dan berbicara dengan tiga bahasa, yaitu Inggris, Mandarin dan Kanton. Robot ini juga memiliki sikap yang menenangkan dan juga terlihat sedikit mirip dengan karakter pada anime, seringkali perpaduan gaya Asia dan barat.

 

Bantu Penyedia Layanan Kesehatan

Dalam video yang beredar di lini masa Twitter, Grace menjawab pertanyaan yang diberikan, “Saya dapat mengunjungi orang-orang dan mencerahkan hari mereka dengan stimulasi sosial, tetapi juga dapat melakukan terapi bicara, membaca bio dan membantu penyedia layanan kesehatan,” ujarnya kepada Reuters.

David Hanson juga menyebutkan, “Penampilan seperti manusia memfasilitasi kepercayaan dan keterlibatan alami karena kami terhubung untuk interaksi tatap muka manusia," katanya yang menjelaskan Grace juga dapat mensimulasikan aksi lebih dari 48 otot wajah utama.

 

Akan Diproduksi Secara Massal

Kepala eksekutif perusahaan,David Lake bersama antara Hanson Robotics dan Singularity Studio Robot Grace mengatakan ini juga akan diproduksi secara massal oleh Awakening Health pada Agustus mendatang.

Tidak hanya itu, robot ini juga akan disebarkan tahun depan di beberapa lokasi seperti Hong Kong, Tiongkok, Jepang dan Korea. Biaya membuat robot ini setara dengan harga mobil mewah, tetapi akan berkurang saat perusahaan memproduksinya dalam jumlah banyak nantinya.

 

Tuai Pro Kontra

Sejak penayangannya, video tersebut telah dilihat 63,7 ribu kali oleh para pengguna Twitter. Banyak yang memberikan reaksi atas terobosan terbaru yang dilakukan oleh perancang robot tersebut.

Seorang profesor komunikolgi dari University of Hawaii, Kim Min-Sun, menyebutkan bahwa peluncuran Grace ini merupakan dampak global dari virus Corona yang tersebar ini. Hal tersebut yang mendasari kebutuhan robot humanoid ini menjadi mendesak.

Namun, dari unggahan tersebut beberapa komentar terdapat pro dan kontra akan terobosan baru ini. Walaupun memang diharapkan robot Grace ini bisa berdampak positif bagi masyarakat kala pandemi seperti ini.

Penulis:

Gerda Faradila

Politeknik Negeri Media Kreatif

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓