4 Adab Menyambut Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah

Oleh Ulya Kaltsum pada 12 Mei 2021, 12:00 WIB
Diperbarui 12 Mei 2021, 12:00 WIB
Ilustrasi idul fitri
Perbesar
Ilustrasi idul fitri (sumber: istockphoto)

Liputan6.com, Jakarta - Hari Raya Idul Fitri menjadi salah satu momen yang paling ditunggu oleh umat muslim setelah menjalani puasa selama satu bulan. Suasana semarak bahkan telah terasa beberapa hari sebelum waktu kemenangan tiba.

Bagi umat muslim, merayakan hari kemenangan bukan hanya sekadar bersenang-senang, melainkan menjadi momen untuk semakin menguatkan hubungan dengan Allah Ta’ala.

Oleh karena itu, terdapat beberapa adab yang telah diajarkan oleh Rasulullah SAW untuk menyambut Hari Raya Idul Fitri dan bernilai ibadah di sisiNya.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

1. Menghidupkan Malam Sebelum Hari Raya dengan Takbir

Malam takbiran
Perbesar
Sebanyak 999 beduk menyambut malam takbiran di Purwakarta, Jawa Barat. (Liputan6.com/Abramena)

Anda dapat menghidupkan malam hari raya dengan mengumandangkan takbir. Anda dapat melakukan bersama-sama di masjid atau pun sendiri di rumah.  

Selain itu, Anda dapat menjalankan amalan dan ibadah sunnah lainnya untuk meningkatkan keimanan dan takwa kepada Allah SWT.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

2. Mandi Sebelum Sholat Ied

ilustrasi mandi
Perbesar
ilustrasi mandi (sumber: pixabay)

Sebelum melaksanakan sholat Ied saat Idul Fitri, umat uslim dianjurkan untuk membersihkan diri dengan mandi. Hal ini dilakukan untuk menjaga kebersihan diri dari hadast kecil dan besar.

Dari Nafi’ ia berkata: “Abdullah bin Umar biasa mandi pada hari Idul Fitri sebelum pergi ke tanah lapang.” (HR. Imam al-Bukhari).

Scroll down untuk melanjutkan membaca

3. Menggunakan Pakaian Terbaik dan Minyak Wangi

Saling Meminta Maaf
Perbesar
Ilustrasi Merayakan Hari Lebaran Credit: freepik.com

Dari Ali bin Abi Thalib Radhiallahu’Anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ’Alaihi wa Sallam memerintahkan kami pada dua hari raya untuk memakai pakaian terbaik yang kami punya, dan memakai wangi-wangian terbaik yang kami punya, dan berkurban dengan hewan yang paling mahal yang kami punya. (HR. Al Hakim dalam Al Mustadrak, hasan).

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

4. Makan Sebelum Sholat Idul Fitri

Makanan setelah lebaran
Perbesar
Ilustrasi Makan Bersama Credit: freepik.com

Sebelum berangkat sholat Idul Fitri, umat muslim disunnahkan untuk makan terlebih dahulu. Hal ini berbeda dengan sholat Idul Adha yang menganjurkan untuk menyegerakan makan.

Dari Abdullah bin Buraidah, dari ayahnya, ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berangkat sholat ‘ied pada hari Idul Fithri dan sebelumnya beliau makan terlebih dahulu. Sementara pada hari Idul Adha, beliau tidak makan lebih dulu kecuali setelah pulang dari sholat ‘ied baru beliau menyantap hasil kurbannya.” (HR. Ahmad 5:352).

Alasan menyantap makanan sebelum melaksanakan sholat ied karena adanya larangan berpuasa pada hari tersebut sehingga sebagai pertanda bahwa saat Hari Raya Idul Fitri tak lagi berpuasa.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

5. Saling bertegur sapa dan bersilaturahmi

Banyak Bergaul Dengan Orang Saleh
Perbesar
Ilustrasi Menjaga Silaturahmi Credit: pexels.com/mentatdgt

Setelah melakukan sholat Idul Fitri dan khutbah selesai, sebaiknya bertegur sapa dan mengucapkan selamat dengan orang-orang di sekitar. Hal ini dilakukan untuk memperat tali silaturahmi yang terjalin sesama umat muslim.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓