Pelukan Melepas Rindu Meski Terhalang Plastik

Oleh Camelia pada 06 Feb 2021, 14:00 WIB
Diperbarui 06 Feb 2021, 14:18 WIB
Tenda Pelukan untuk Lansia Kala Pandemi COVID-19 Vertikal
Perbesar
Lynda Hartman (75) memeluk suaminya Len Hartman (77) yang menderita demensia di tenda pelukan di luar pusat bantuan kehidupan Desa Juniper, Louisville, Cololardo, Amerika Serikat, 3 Februari 2021. (AP Photo/Thomas Peipert)

Liputan6.com, Jakarta Pandemi Covid-19 seolah membuat kita lupa bagaimana rasanya memeluk orang terkasih. Hal ini yang juga dirasakan oleh seorang lansia di pinggiran kota Denver, Colorado, Amerika Serikat, bernama Lynda Hartman.

Setidaknya sudah delapan bulan sejak terakhir kali dia memeluk suaminya yang berusia 77 tahun, Len, yang menderita demensia dan telah berada di panti jompo selama setahun terakhir.

FOTO: Tenda Pelukan untuk Lansia Kala Pandemi COVID-19
Perbesar
Para lansia kembali bisa memeluk orang tercinta meski menggunakan penghalang plastik. (AP Photo/Thomas Peipert)

Pada Rabu (3/2/2021) lalu, Lynda sedikit merasakan seperti apa kehidupan sebelum pandemi Covid-19 mewabah. Berkat "tenda pelukan" yang didirikan di luar Desa Juniper di Louisville, Lynda dapat menggenggam kembali tangan suaminya meskipun harus dilapisi oleh penghalang plastik bening setebal 4 milimeter.

FOTO: Tenda Pelukan untuk Lansia Kala Pandemi COVID-19
Perbesar
Para lansia kembali bisa memeluk orang tercinta meski menggunakan penghalang plastik. (AP Photo/Thomas Peipert)

Saya sangat membutuhkannya. Saya benar-benar membutuhkannya. Itu sangat berarti bagi saya,” kata wanita 75 tahun itu setelah kunjungan singkatnya.

Lynda, yang mengalami patah dua tulang belakang dan tidak bisa lagi merawat suaminya sendiri, mengatakan dia pikir suaminya sedikit bingung tetapi penting bagi mereka untuk bisa berpelukan lagi.

FOTO: Tenda Pelukan untuk Lansia Kala Pandemi COVID-19
Perbesar
Para lansia kembali bisa memeluk orang tercinta meski menggunakan penghalang plastik. (AP Photo/Thomas Peipert)

Sejak pandemi melanda, tenda serupa telah bermunculan di seluruh negeri dan di tempat-tempat seperti Brasil dan Inggris. Di sana beberapa orang menyebutnya "tirai pelukan".

FOTO: Tenda Pelukan untuk Lansia Kala Pandemi COVID-19
Perbesar
Para lansia kembali bisa memeluk orang tercinta meski menggunakan penghalang plastik. (AP Photo/Thomas Peipert)

“Tenda pelukan” juga sangat berarti untuk Gregg MacDonald. Berkat “tenda pelukan” Gregg dapat menggenggam lagi tangan ibunya, Chloe MacDonald, sejak April lalu.

FOTO: Tenda Pelukan untuk Lansia Kala Pandemi COVID-19
Perbesar
Para lansia kembali bisa memeluk orang tercinta meski menggunakan penghalang plastik. (AP Photo/Thomas Peipert)

Waktu adalah komoditas yang berharga, jadi sementara kita semua menunggu untuk kembali ke keadaan normal, sementara itu, semua orang melakukan apa yang mereka bisa,” kata Gregg MacDonald.

FOTO: Tenda Pelukan untuk Lansia Kala Pandemi COVID-19
Perbesar
Para lansia kembali bisa memeluk orang tercinta meski menggunakan penghalang plastik. (AP Photo/Thomas Peipert)

Jadi saya menghargai upaya apa pun yang mereka lakukan untuk memungkinkan kami memiliki lebih banyak kontak dengan semua orang.”