Jangan Disepelekan, Ini 4 Dampak Buruk Jika Jarang Membersihkan Tempat Tidur

Oleh Liputan6.com pada 28 Jan 2021, 21:00 WIB
Diperbarui 28 Jan 2021, 21:00 WIB
4 Cara Halau Tungau dari Kasur Tanpa Jasa Profesional
Perbesar
Ilustrasi kasur. (dok. @priscilladupreez/unsplash.com/Dinny Mutiah)

Liputan6.com, Jakarta Menjaga kebersihan adalah kewajiban yang harus dilakukan bagi setiap orang. Tak hanya kebersihan badan, kondisi di dalam rumah juga harus terjaga kebersihannya. Jika rumah dalam keadaan bersih, maka suasananya akan terlihat segar, nyaman, dan sehat.

Ruangan paling utama yang harus selalu dibersihkan yaitu kamar tidur. Pasalnya kamar tidur menjadi ruangan yang paling sering ditempati. Sebagian besar waktu kita dihabiskan di kamar untuk tidur, belajar, maupun bekerja. 

Saat hendak tidur, pastikan kondisi tempat tidur sudah bersih. Sebab, tanpa disadari banyak kuman-kuman yang menempel di seprai dan sarung bantal. Segala aktivitas yang dilakukan di atas tempat tidur tentu membawa banyak kuman, seperti debu, serpihan makanan, bulu binatang dan lain-lain.

Oleh karena itu, sering membersihkan tempat tidur sangat dianjurkan. Jika seprai, sarung bantal, dan selimut jarang dicuci, maka akan berdampak pada kesehatan. Seperti melansir dari Bright Side di bawah ini.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

1. Mata Merah karena Infeksi

Mata Merah
Perbesar
Ilustrasi Mata Merah Credit: freepik.com

Jia seprai jarang dicuci maka akan banyak bakteri yang menumpuk. Bakteri tersebut dapat menyebabkan mata anda infeksi yang membuat kondisi mata menjadi merah. Agar terhindar dari hal tersebut, cuci seprai Anda setiap seminggu sekali. Rendam seprai dengan air panas agar bakterinya mati.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

2. Kulit Berjerawat

Menjadikan Kondisi Wajah Berjerawat Sebagai Bahan Candaan
Perbesar
Ilustrasi Kulit Berjerawat Credit: pexels.com/pixabay

Sprei dan sarung bantal yang kotor dapat membuat kulit Anda mudah berjerawat. Banyak orang berpikir jika diam di rumah saja akan membuat kulit lebih sehat dan jarang muncul jerawat.

Kenyataannya, Anda masih bertemu dengan bakteri walau hanya di rumah. Bakteri-bakteri tersebut menetap di sprei dan sarung bantal yang jarang dicuci. Oleh karena itu, cuci sarung bantal setiap 2 hingga 3 hari sekali, sedangkan seprai dapat dicuci seminggu sekali.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

3. Kulit Kepala Jadi Gatal

Membasmi Kutu Rambut dengan Sisir Serit
Perbesar
Ilustrasi Sisir Serit Credit: pexels.com/pixabay

Jika sarung bantal jarang dicuci, maka akan menjadi lembab dan hangat. Keadaan tersebut membuat jamur betah untuk menetap di sarung bantal. Jamur tersebut dikenal sebagai dermatofita yang menyebabkan bintik-bintik di kulit kepala dan menimbulkan rasa gatal.

Kita sering menyebutnya dengan kurap. Agar terhindar dari penyakit tersebut, disarankan untuk sering mencuci bantal, sarung bantal, seprai dan selimut.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

4. Alergi karena Debu

Ilustrasi orang batuk.
Perbesar
Ilustrasi orang batuk. (dok. Nastya_gepp/Pixabay/Tri Ayu Lutfiani)

Jika selalu mengalami bersin dan mata sering gatal di malam hari, kemungkinan itu adalah tanda terkena alergi. Alergi terjadi karena banyak debu hingga tungau yang menetap di tempat tidur seperti seprai, sarung bantal, dan selimut. 

Jika dibiarkan dalam waktu lama, maka akan menyebabkan penyakit asma. Pastikan peralatan tidur dicuci dengan air panas dan sering membersihkan kamar.

 

Penulis:

Syifa Aulia

UPN Veteran Jakarta

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓