Miris, Viral Kisah Wanita Jadi Korban 10 Order Fiktif

Oleh Ignatia Ivani pada 27 Jan 2021, 10:03 WIB
Diperbarui 27 Jan 2021, 10:03 WIB
Sebanyak 10 ojol mendapatkan orderan fiktif ke alamat yang sama.
Perbesar
(@iboy_cat/tiktok.com)

Liputan6.com, Jakarta Bagi seseorang yang malas keluar rumah demi membeli makanan, masalah itu terselesaikan dengan adanya kehadiran ojek online atau ojol di dalam kehidupan kita. 

Ironisnya, ada saja oknum yang tega dan sengaja membuat order fiktif yang merugikan para ojol karena harus membayar pesanan itu. 

Baru-baru ini viral seorang wanita yang alamat rumahnya dijadikan target dari orderan fiktif berupa tiga pesanan makanan dan pembayaran e-commerce.

Tak hanya satu ojol yang terkena tipuan, total terdapat 10 ojol yang datang dari pagi sampai sore. Hal itu disampaikan lewat akun Tiktok-nya @iboy_cat.

 

2 dari 7 halaman

Sebanyak 10 ojol datang ke rumahnya

Sebanyak 10 ojol mendapatkan orderan fiktif ke alamat yang sama.
Perbesar
(@iboy_cat/tiktok.com)

"Ya Allah itu banyak banget makanannya," sahut dia saat pertama kali menerima pesanan fiktif itu.

Pemilik rumah sempat melaporkan via telepon saat dua orderan fiktif tiba dan pihak kantor telah menghapus akun tersebut.

Sampai akhirnya korban ke-6 wanita itu mulai kesal yang memutusknya dirinya untuk mendatangi kantor yang bersangkutan.

Merasa iba, dia pun menawarkan diri membayar pesanan itu semua. Namun, permintaan itu ditolak karena akan diganti oleh pihak perusahaan ojol. 

 

3 dari 7 halaman

Mengajukan laporan ke pihak perusahaan

Sebanyak 10 ojol mendapatkan orderan fiktif ke alamat yang sama.
Perbesar
(@iboy_cat/tiktok.com)

Tak tinggal diam, dia pun sukarela membantu para ojol dan melaporkan ke pihak berwajib, kepolisian dan pihak perusahaan. 

Rupanya setelah diselidiki tempat tinggal oknum tersebut beralamat yang berbeda pulau dengannya dan menggunakan kode area negara asing sehingga sulit dilacak.

Ironisnya setelah dihapus, akun yang mengatasnamakan "Desi" muncul kembali dan lagi-lagi beraksi.

 

4 dari 7 halaman

Pesan yang disampaikan

Sebanyak 10 ojol mendapatkan orderan fiktif ke alamat yang sama.
Perbesar
(@iboy_cat/tiktok.com)

"Tolong banget bapak-bapaknya ojolnya dilayani, nggak semuanya langsung meminta untuk kita bayar orderan itu kok. Dan lebih Alhamdulilah lagi jika kita dapat carikan solusi untuk mereka," ujarnya pada video tersebut.

Pesan itu disampaikan atas alasan karena dia merasa kasihan melihat bapak-bapak yang sudah tua hanya bisa pasrah tanpa tahu cara untuk melaporkan kepada pihak perusahaan.

5 dari 7 halaman

Momen menerima pesanan ojol

@iboy_cat

part 2 orderan fiktif @grabid please make it stop 😭 ##ojol ##foryoupage ##fyp

♬ original sound - iboy.cameocat
6 dari 7 halaman

Respons Warganet

Ojek Online Gunakan Pelindung Pembatas Antar Penumpang
Perbesar
Driver Grab Bike mengenakan Grab Protect pelindung yang membatasi antara pengemudi dan penumpang saat diluncurkan di Jakarta, Selasa (9/6/2020). Penumpang ojek online (ojol) kini tak perlu khawatir menggunakan transportasi ini di tengah pandemi Corona. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Unggahan seorang wanita yang peduli terhadap bapak-bapak ojol mengundang simpati warganet. Sebagian dari mereka merasa kasihan dan kesal pada oknum pemesan yang tak bertanggun jawab.

"Untung mbaknya punya banyak uang coba kalau gw sudah nangis kali kalo digituin😭😭😭," tulis akun@achmdrizkyn.

"Mungkin pihak grab bisa mewajibkan verifikasi KTP dan muka kalau mau ada opsi pembayaran cash pas awal daftar," sahut akun @Achmad Nabil.

"Iya kasihan ojolnya, mereka gojek aja gak seberapa untungnya🥺🥺 kadang malah tidak dapat orderan. Apalagi harus kasih makan anak istri di rumah," ungkap akun @manusiabiasa.

"Kasihan banget kayak gini seharusnya setiap provider tidak semudah itu dapat kartu perdana. Setidaknya 1 org bisa punya 2-3 nomer dan didata lengkap," jelas akun @alfaro80.

"Rasanya ingin ku bayari semua itu kalau uangku banyak😂," balas akun @aku wullwull:

7 dari 7 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓