Beda Umur 35 Tahun, Gadis 13 Tahun Dinikahi Pria Seusia Bapaknya

Oleh Yulia Lisnawati pada 19 Nov 2020, 14:00 WIB
Diperbarui 19 Nov 2020, 14:00 WIB
Ilustrasi Menikah
Perbesar
Ilustrasi menikah (dok. Pixabay.com/Pexels/Putu Elmira)

Liputan6.com, Filipina - Cinta itu begitu misterius, aneh dan juga tidak rasional. Menikah beda usia tampaknya kini tidak menjadi hal yang tabu, karena banyak individu menganggap umur hanyalah sebuah angka.

Seorang gadis berumur 13 tahun dari Filipina, baru-baru ini berhasil menarik perhatian publik. Bagaimana tidak, gadis itu menikah dengan pria berumur 48 tahun yang seusia bapaknya.

Menurut Harian Metro seperti melansir dari World of Buzz, Kamis (19/11/2020), remaja tersebut nyatanya dipaksa menikah dengan pria bernama Abdukrzak Ampatuan, di sebuah kota di Mamasapano, Maguindanao.

 

2 dari 5 halaman

Gadis Ini Diminta Merawat Anak Suaminya yang Seusianya

Beda Umur 35 Tahun, Gadis 13 Tahun Dinikahi Pria Seusia Bapaknya
Perbesar
(worldofbuzz.com)

Abdulrzak mengatakan bahwa dia tidak menyesal menikahi remaja seusia putranya, dan berencana memiliki anak dengan istrinya itu saat dia berumur 20 tahun.

“Saya sangat senang bertemu dengannya dan bisa menghabiskan sisa hidup saya bersamanya,” kata Abdulrzak.

Gadis itu bahkan diminta untuk merawat anak-anak suaminya dari pernikahan sebelumnya, yang kebanyakan sebaya dengannya.

“Dia akan merawat anak-anakku,” lanjutnya. 

 

3 dari 5 halaman

Istri Kelima

Abdulrzak menambahkan bahwa meski mereka belum siap memiliki anak, dia akan meminta istri mudanya itu untuk menyelesaikan studinya.

Dia nyatanya telah menikah beberapa kali, dan gadis ini merupakan istri kelimanya. Foto yang menunjukkan upacara pernikahan keduanya yang berlangsung pada 22 Oktober lalu pun beredar hingga menjadi perbincangan viral. 

 

4 dari 5 halaman

Sudah Lumrah Terjadi di Filipina

Pernikahan seperti ini nyatanya diperbolehkan di tempat-tempat tertentu di Filipina, terutama provinsi Mindanao yang mayoritas penduduknya muslim, selama anak di bawah umur telah mencapai pubertas.

Data dari United Nations Children’s Fund (UNICEF) menunjukkan bahwa negara tersebut memiliki jumlah pengantin anak tertinggi ke-12 di dunia dengan 726.000. Lima belas persen anak perempuan menikah sebelum menginjak umur 18 tahun dan dua persen menikah sebelum berumur 15 tahun.

Anak perempuan bahkan lebih rentan karena Filipina adalah satu-satunya negara di dunia yang melarang perceraian.

5 dari 5 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓