Peringatan Konten!!

Artikel ini tidak disarankan untuk Anda yang masih berusia di bawah

18 Tahun

Verifikasi UmurStop di Sini

Tak Puas dengan Kehidupan Seksnya, Wanita Tega Bakar Alat Vital Sang Kekasih

Oleh Liputan6dotcom pada 28 Des 2020, 21:02 WIB
Diperbarui 28 Des 2020, 21:02 WIB
Begini Pertengkaran yang Sehat Bagi Hubungan dan yang Tidak
Perbesar
Pertengkaran yang 'berkualitas' akan membuat kamu dan pasangan lebih baik. (Foto: unsplash.com)

Liputan6.com, Jakarta - Bagi Anda para wanita, apakah Anda sudah merasa puas dengan kehidupan seks bersama pasangan? Jika belum, usahakan Anda terbuka kepada pasangan tentang apa yang dirasakan selama bercinta.

Kehidupan berkeluarga memang bukan semata-mata hanya terbuka pada hal materil saja, melainkan kepuasan seksual sangat diperlukan untuk menjaga hubungan tetap langgeng. Hal ini bertujuan untuk menumbuhkan kembali percikan-percikan cinta di dalam keluarga.

Jika hal itu cenderung disepelekan, siap-siap keretakan akan timbul. Seperti kisah wanita asal Hongkong yang tega membakar alat kelamin pacarnya dengan menggunakan pengering rambut lantaran tidak merasa puas dengan kehidupan seksnya. 

 

 

2 dari 5 halaman

Melakukan Pelecehan Seksual kepada Kekasihnya

Mudah Marah Pada Hal Kecil
Perbesar
Ilustrasi Pasangan Credit: pexels.com/pixabay

Wanita yang diketahui bernama Mai tersebut menyatakan kesal lantaran sang pacar kesulitan ereksi. Melansir dari 8 World News, wanita tersebut kerap melakukan pelecehan kepada sang kekasih.

Dia bahkan dengan tega membakar alat vital kekasihnya hingga melepuh dan mengelupas. Bahkan bagian paha laki-laki itu disiram dengan air panas dan sadisnya dia juga membenturkan kepala sang kekasih ke dinding. 

 

3 dari 5 halaman

Putusan Pengadilan

Ilustrasi keadilan.
Perbesar
Ilustrasi keadilan. (Photo by Choco on Pixabay)

Merasa geram, pria itu mengajukan laporan ke pihak berwajib. Sebagaimana yang diungkapkan oleh Taiwan Apple Daily, seorang dokter yang merawat pria tersebut mengklaim bahwa di pengadilan Mai mengatakan apa yang dilakukannya merupakan unsur ketidaksengajaan. Hal ini disampaikan saat keduanya bertemu saat menjalani perawatan.

Seperti tidak terjadi apa-apa, dia dengan santainya bertanya kepada sang dokter kapan dia dapat berhubungan seks lagi bersama sang kekasih.

Selama proses pengadilan, Mai mengajukan permintaan untuk harus segera menemui psikiater usai melihat banyak pemberitaan yang menyorotinya dan hal itu membuatnya merasa stres. Pada akhir 2019, wanita tersebut bahkan sempat berpikir untuk mengakhiri hidupnya.

Mengingat kondisi Mai yang tidak stabil, hakim memutuskan untuk memperbolehkannya menjalani konseling. Dari laporan tim medis, kecenderungan bunuh diri yang dialami tidak ada sangkutannya dengan gangguan jiwa.

4 dari 5 halaman

Sempat Dilamar

Begini Pertengkaran yang Sehat Bagi Hubungan dan yang Tidak
Perbesar
Pertengkaran yang 'berkualitas' akan membuat kamu dan pasangan lebih baik. (Foto: unsplash.com)

Sebelum insiden nahas ini menimpa sang kekasih, dia bahkan telah melamar Mai pada Juni 2018. Namun sayang, hubungan keduanya sampai saat ini masih terhalang restu dari sang ayah.

Penulis:

Ignatia Ivani 

5 dari 5 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓