Alasan Mengapa Posisi Memeluk Guling Bikin Tidurmu Lebih Nyenyak

Oleh Liputan6dotcom pada 06 Okt 2020, 19:00 WIB
Diperbarui 06 Okt 2020, 19:00 WIB
Mengubah Posisi Tidur
Perbesar
Ilustrasi Mendapat Mimpi Buruk Credit: pexels.com/pixabay

Liputan6.com, Jakarta - Pernahkah Anda merasa sulit tidur ketika malam hari? Kemungkinan faktor posisi tidur atau pun perlengkapan tidur yang mempengaruhi Anda sulit tidur.

Meski sudah memutar tubuh ke posisi yang nyaman, tetap saja Anda tidak bisa tertidur. Ternyata bagi sebagian individu, guling menjadi faktor utama agar bisa tidur nyenyak.

Biasanya dengan memeluk erat guling di samping Anda, tanpa disadari Anda mulai tertidur. Diam-diam kebiasaan memeluk guling dapat membantu Anda tertidur. Mengapa demikian?

Ternyata ada alasan mengapa posisi memeluk guling ketika tidur bisa membuat tidurmu lebih nyenyak. Berikut ulasannya seperti melansir dari Brightside, Selasa (6/10/2020).

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:


1. Mengurangi mendengkur

Latihan Pernapasan
Perbesar
Ilustrasi Tidur Credit: freepik.com

Saat Anda merasa lelah, tidak dapat dipungkiri suara dengkuran mulai memenuhi tempat tidur. Jika Anda tengah tertidur dengan teman, tentu kebiasaan ini dapat mengganggu. Percaya atau tidak, tidur dengan posisi memeluk dapat mengurangi kebiasaan mendengkur.

Bagi Anda yang mengalami sleep apnea, gangguan tidur di mana pernapasan Anda bisa berhenti sewaktu-waktu. Biasanya, kondisi ini terjadi setiap 10 detik sepanjang Anda tidur.

Hal ini tentu bisa mebahayakan karena dapat mengurangi kadar oksigen dalam tubuh Anda. Bahkan, Anda tetap merasa lelah di pagi hari meskipun sudah tertidur. 

Untuk mengatasinya cukup mudah, Anda hanya perlu memeluk bantal setiap ingin tidur. Keberadaan bantal akan menopang tubuh Anda dengan posisi miring. 


2. Tidak Ingin Kesepian

Tidur
Perbesar
Ilustrasi Tidur Credit: pexels.com/AndreaPiacquadio

Meski sudah mengantuk, perasaan sepi atau bosan yang menghantui akan menyulitkan Anda tertidur. Bagaimanapun Anda memerlukan sosok yang menemani di samping Anda. 

Dengan keadaan seperti ini, Anda bisa mengandalkan bantal ataupun guling. Keduanya dapat membantu kita mengurangi rasa sepi atau bosan dengan memeluknya.


3. Menghargai keterikatan yang kuat

Sahur
Perbesar
Ilustrasi Tidur Credit: pexels.com/AndreaPiacquadio

Tanpa disadari, memeluk bantal dan guling memberikan kenyamanan emosional selama Anda tidur.

Dibalik posisi tersebut, terdapat makna yang dapat dipetik. Posisi tidur memeluk menandakan bahwa Anda merupakan sosok yang menghargai ikatan kuat dalam hubungan Anda. Misalnya saja dengan keluarga, pasangan, maupun kerabat di sekitar Anda.

Sikap menghargai tercermin dari bagaimana Anda menolong dan rela melakukan apa saja bagi orang tersayang. 


4. Terbiasa berpelukan saat tidur

Bila dengan memeluk dapat membantu Anda merasa nyaman saat tertidur. Tentu, Anda akan mulai membiasakan diri terus-menerus memeluknya. Dan bahayanya, Anda menjadi tidak bisa tidur bila tidak ada sesuatu yang bisa dipeluk.

Hal ini bukti bahwa rutinitas yang dialami telah mendarah daging pada diri Anda. 


5. Mengatasi Serangan Kecemasan

ilustrasi tidur cepat menaikkanberat badan/pexels
Perbesar
ilustrasi tidur cepat menaikkanberat badan/pexels

Saat kita merasa cemas, situasi ini akan menyulitkan Anda tertidur. Bayang-bayang kecemasan membuat Anda tidak nyaman dan biasanya hingga merasa pusing. 

Entah darimana rasa cemas itu berasal, yang Anda butuhkan hanya membuat diri merasa tenang. Bagi Anda mengalami hal ini, sebaiknya buat tempat tidur Anda sebagai zona nyaman.

Bisa jadi pelukan dapat dijadikan alternatif untuk mengurangi masalah tersebut. Memeluk apapun yang berada di ranjang dapat dijadikan pilihan untuk membuat Anda terjaga di malam hari.

Penulis:

Ignatia Ivani 

Universitas Multimedia Nusantara 

Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya