Sering Jalan Kaki Malah Buatmu Makan Lebih Banyak, Apa Iya?

Oleh Sulung Lahitani pada 23 Jun 2020, 16:33 WIB
Diperbarui 23 Jun 2020, 16:33 WIB
Ilustrasi jalan kaki
Perbesar
Ilustrasi (iStock)

Liputan6.com, Jakarta Jalan kaki bisa dibilang olahraga paling murah dan mudah dilakukan. Anda bisa melakukannya untuk ke kantor, kampus, atau tempat tujuan lainnya. Tak hanya itu, manfaatnya juga banyak. Namun, penelitian terbaru menyatakan hal tersebut tidak sepenuhnya benar. 

Jalan kaki tidak ramah untuk lingkungan. Hal ini ditemukan dalam penelitian yang dilakukan di Otago University yang ada di New Zealand dan Oxford University. Saat Anda berjalan kaki, Anca cenderung lebih banyak mengonsumsi makanan. 

Makanan yang diproduksi jadi lebih banyak sehingga emisi karbon pun meningkat. Malahan, emisinya lebih banyak ketimbang saat Anda menaiki mobil.

 

2 dari 6 halaman

Yang naik mobil jarak pendek menghasilkan lebih sedikit emisi

Liputan 6 default 2
Perbesar
Ilustraasi foto Liputan6

Menurut penelitian, mereka yang naik mobil jarak pendek menghasilkan lebih sedikit gas rumah kaca dibandingkan jalan kaki. Lewat skema yang diambil dari pola makan tinggi kalori orang-orang di Inggris, para peneliti menemukan bahwa jalan kaki sebanyak 1 km membuat seseorang lebih banyak mengonsumsi makanan.

Makanan ini akan menghasilkan 0,26 kg dari karbon dioksida dibandingkan dengan 0,21kg CO2 dari bensin yang digunakan oleh mobil. Menurut mereka bersepeda ke kantor jauh lebih sehat dan efisien dalam menghemat energi tubuh sehingga tubuh tak terlalu lapar dan mengonsumsi banyak makanan.

3 dari 6 halaman

Jalan kaki bikin sering jajan

Ilustrasi jalan kaki olahraga untuk orang dengan nyeri lutut (iStock)
Perbesar
Ilustrasi jalan kaki olahraga untuk orang dengan nyeri lutut (iStock)

Selain itu, dengan jalan kaki, kita biasanya banyak menemui penjual makanan dan bisa langsung berhenti atau mampir untuk membeli makanan. 

Meski terdengar sepele, makanan merupakan penyumbang utama emisi gas pada rumah kaca. Produksi makanan seperti sayuran, buah, susu, hingga peternakan membutuhkan banyak energi, pupuk, hingga transportasi serta pengemasan.

Secara singkat, efek rumah kaca merupakan kondisi di mana panas matahari terjebak di atmosfer bumi dan menyebabkan peningkatan suhu bumi yang berkaitan dengan pemanasan global.

4 dari 6 halaman

Diharapkan jadi pertimbangan

Liputan 6 default 5
Perbesar
Ilustraasi foto Liputan 6

Selama beberapa puluh tahun terakhir banyak ilmuwan yang mencari cara untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dengan mencari solusi bumi yang lebih ramah lingkungan. Penelitian ini diharapkan bisa menjadi bahan pertimbangan bagi perusahaan atau pemerintahan yang mengajak orang-orang untuk jalan kaki ke kantor.

"Penelitian kami menunjukkan bahwa semua dampak dari emisi yang berkaitan dengan transportasi harus mempertimbangkan emisi yang terkait dengan pola makan banyak orang," terang Anja Mizdrak selaku peneliti dari University of New Zealand.

5 dari 6 halaman

Lebih baik sharing kendaraan

ilustrasi jalan kaki
Perbesar
Photo by Daniel Reche from Pexels

Ia menjelaskan bahwa konsep jalan kaki ke tempat kerja di negara yang punya pola makan tinggi kalori bisa berimbas pada lingkungan lebih dari penggunaan mobil.

"Hasil dari penelitian ini menyarankan bahwa menggunakan mobil atau sharing kendaraan, bisa memiliki hasil yang lebih positif di bidang emisi dibandingkan mempromosikan jalan kaki," tutupnya.

6 dari 6 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓