Langit Jakarta Kembali Berselimut Polusi, Warganet: Selamat Datang New Normal

Oleh Yulia Lisnawati pada 16 Jun 2020, 17:00 WIB
Diperbarui 16 Jun 2020, 17:00 WIB
Minim RTH, Begini Wajah Polusi Udara di Langit Jakarta
Perbesar
Lansekap gedung bertingkat serta pemukiman penduduk yang tertutup kabut terlihat di kawasan Jakarta, Senin (16/12/2019). Besarnya gas buang kendaraan serta minimnya RTH menyebabkan DKI Jakarta menjadi salah satu kota dengan kualitas udara terburuk di dunia. (Liputan6.com/Immanuel Antonius)

Liputan6.com, Jakarta - Beberapa aktivitas di Jakarta, seperti bisnis dan perkantoran kembali berjalan normal sejak Senin, 8 Juni 2020. Hal itu menyusul keputusan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi di wilayah Ibu Kota.

Masa PSBB transisi membuat kondisi Jakarta kembali normal. Masyarakat mulai memadati jalan, bahkan kendaraan mulai mengular di beberapa wilayah. Selain itu, perubahan yang nampak jelas yakni langit Jakarta yang mulai berpolusi.

Sebuah akun Twitter dengan nama @ianhugen mengunggah sebuah video TikTok yang menunjukkan perbandingan langit Jakarta, di masa PSBB dan PSBB transisi.

2 dari 5 halaman

Perbandingan Langit di Jakarta di Masa PSBB dan PSBB Transisi

Langit Jakarta Kembali Berselimut Polusi, Warganet: Selamat Datang New Normal
Perbesar
(@ianhugen/twitter.com)

Dalam video yang diunggahnya, menunjukkan perbedaan langit di kawasan Jakarta Pusat pada masa PSBB 25 April 2020, dan di tempat serupa di era new normal pada 15 Juni 2020.

Perbedaannya jelas terlihat, langit di masa PSBB sangat cerah, bewarna biru terang dan awan putih tampak cantik menggumpal. Sementara langit di masa PSBB transisi sangat berbeda jauh, langit tampak bewarna abu-abu yang berarti berselimut kabut polusi.

3 dari 5 halaman

Viral

Video yang diunggah pada Senin (15/6/2020) menjadi perbincangan viral di lini masa Twitter. Hingga kini video tersebut mendapat lebih dari 10 ribu suka dan lebih dari 5 ribu retweet.

Banyak warganet juga memenuhi kolom komentar dengan mengunggah potret langit di daerahnya masing-masing.

4 dari 5 halaman

Kualitas Udara Jakarta Membaik Saat PSBB

Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Andono Warih menyebut kualitas udara membaik selama pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Jakarta. Pengurangan aktivitas di perkantoran juga sudah mulai dilakukan pada 16 Maret 2020.

"Adanya kebijakan tersebut, membuat berkurangnya emisi yang dikeluarkan, sehingga kualitas udara semakin membaik," katanya, Kamis (30/4/2020).

Dia menjelaskan, berdasarkan pemantauan di lima stasiun pemantauan kualitas udara (SPKU) adanya penurunan polutan di sejumlah wilayah mulai 13-19 April 2020.

Lanjut dia, SKPU Bundaran Hotel Indonesia menurun sebesar 0,02 persen, Kelapa Gading 30,89 persen, Jagakarsa 5,74 persen, Lubang Buaya 35,7 persen, dan Kebun Jeruk 25,75 persen.

"Konsentrasi maksimum PM2,5 saat PSBB di seluruh SPKU memenuhi baku mutu harian," jelasnya.

5 dari 5 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓