7 Adab Membaca Doa Setelah Sholat Wajib

Oleh Nur Aida Tifani pada 22 Mei 2020, 15:01 WIB
Diperbarui 22 Mei 2020, 15:01 WIB
Doa Ramadan

Liputan6.com, Jakarta Berdoa adalah cara kita untuk memohon ke pada tuhan. Ada artian lain bahwa berdoa merupakan bentuk komunikasi kita dengan tuhan. Bisa dibilang berdoa merupakan sebuah ritual untuk mendekatkan diri dengan Sang pencipta.

Namun ketika berdoa, ada beberapa aturan atau biasa disebut sebagai adab. Dalam agama Islam ketika memanjatkan doa kepada Allah ada beberapa adab yang juga perlu kamu perhatikan.

Dikutip dari berbagai sumber, ini dia delapan adab saat berdoa yang perlu diketahui.

2 dari 8 halaman

1. Diawali dengan memuji keagungan Allah, berselawat atas Nabi, dan memohon ampunan serta tobat

Berdzikir kepada Allah
Sejumlah jemaah melaksanakan dzikir di Mesjid Raya Medan, Sumatra Utara, Minggu (15/8). Berdzikir merupakan salah satu aktivitas ibadah yang dilakukan umat muslim di bulan Ramadan. (Antara)

Sebelum memanjatkan doa, adab yang perlu dilakukan ialah memperbanyak istigfar dan meminta tobat kepada Allah. Karena dosa yang telah kita lakukan bisa menjadi sebab penghalang doa-doa diijabah.

Disusul setelah istigfar, kita juga perlu membaca pujian kepada Allah, seperti 'Hamdalah', 'Takbir, atau asmaul husna. Hal penting lainnya sebelum berdoa yakni dengan melakukan selawat terhadap Rasulullah SAW.

Seperti sabda Rasulullah yang berbunyi :“Apabila di antara kalian berdoa, hendaknya mengawalinya dengan memuji dan mengagungkan Allah, kemudian hendaklah bershalawat kepada Nabi SAW. Kemudian berdoalah kalian sesuai kehendak.” (HR. Ahmad, Abu Daud dan dishahihkan Al-Albani)

3 dari 8 halaman

2. Menghadap kiblat sambil mengangkat tangan

Niat dan Sholat Malam
Ilustrasi Berdoa Credit: freepik.com

Ada beberapa riwayat yang menyebutkan mengapa kita diusulkan untuk berdoa dengan menghadap kiblat sambil mengangkat kedua tangan dan mengangkat wajah.

Jabir radhiallahu ‘anhu beriwayat, bahwa Nabi SAW saat berada di Padang Arafah menghadap kiblat dan terus berdoa hingga matahari terbenam. (HR. Muslim)

Rasulullah SAW juga bersabda agar kita mengangkat tangan ketika berdoa yakni:

“Sesungguhnya Tuhan kamu sekalian itu Malu & Maha Memberi. Dia malu kepada hambanya ketika hamba itu mengangkat tangan kepadanya namun kembali dengan tangan kosong.” Diriwayatkan dari Salman radhiallahu ‘anhu (HR. Abu Daud dan At-Tirmidzi)

Diriwayatkan dari Ibnu Abbas radhiallahu’anhu, Nabi SAW ketika berdoa menggabungkan kedua telapak tangannya & mengangkatnya setinggi wajahnya (wajah menghadap telapak tangan). (HR. At-Thabrani)

4 dari 8 halaman

3. Khusyuk

Menengok Anak-Anak Yatim Beribadah Saat Ramadan di Srinagar
Anak-anak yatim Muslim mengenakan masker berdoa sambil menjaga jarak sosial di dalam pusat panti asuhan selama bulan suci Ramadan di Srinagar (11/5/2020). (AFP/Tauseff Mustafa)

Adab berdoa lainnya yakni khusyuk yang berarti merendahkan hati, menyerahkan diri atau pasrah, tunduk dan menempatkan dirinya rendah kepada Allah SWT. Sikap khusyuk tidak hanya kita terapkan ketika solat, tetapi juga saat memanjatkan doa.

Allah SWT berfirman dalam surat Al-Anbiya ayat 90 yang berbunyi

“Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang bersegera dalam kebaikan dan mereka berdoa kepada Kami dengan penuh harap dan cemas. Dan mereka adalah orang-orang yang khusyu’ kepada Kami.”

5 dari 8 halaman

4. Dengan suara perlahan

Doa Ramadan
Ilustrasi/copyright shutterstock.com

Abu Musa radhiallahu'anhu pernah beriwayat, ketika itu para sahabat nabi pernah berdizkir dengan beteriak-teriak sehingga Nabi Muhammad SAW mengingatkan dalam sabda yang berbunyi.

“Wahai para manusia, kasihanilah diri kalian. Sesungguhnya kalian tidaklah menyeru kepada Dzat yang tuli dan tidak ada, sesungguhnya Allah beserta kalian, Dia adalah Dzat yang Maha mendengar lagi Maha dekat.” (HR. Bukhari)

Berdoa dengan suara pelan atau lirih sebenarnya telah Allah SWT sebutkan pada sejumlah ayat dalam Quran.

“Berdoalah kalian kepada Tuhan kalian dengan merendah diri dan dengan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak suka orang-orang yang melampaui batas.” (QS. Al-A’raf: 55)

“Janganlah kamu mengeraskan doamu dan jangan pula merendahkannya (menyamarkannya;pelan) dan carilah jalan tengah di antara kedua jalan itu.” (QS. Al-Isra: 110)

6 dari 8 halaman

5. Meyakini bahwa doa akan terkabul

Ilustrasi berdoa (sumber: iStock)
Ilustrasi berdoa (sumber: iStock)

Sebagai umat muslim, kita perlu percaya dengan kekuatan doa yang dipanjatkan kepada Allah. Kita perlu berbaik sangka terhadap Allah bahwa doa kita akan dikabulkan. Karena tidak ada yang mustahil bagi Allah untuk menghendaki sesuatu. Seperti yang disebutkan oleh sabda Rasulullah SAW :

“Janganlah diantara kalian ketika berdoa berkata: ‘Ya Allah ampunilah aku jika Engkau menghendaki. Ya Allah belas kasihilah aku jika Engkau menghendaki. Hendaknya ia memantapkan permohonannya, sebab tidak ada yang memaksa Allah.” (HR. Bukhari & Muslim)

Nabi juga bersabda agar kita selalu yakin dan memantapkan hati ketika berdoa melalui hadis yang diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiallahu’anhu

“Apabila kalian berdoa, hendaknya memantapkan permohonannya. Sebab Allah tidak keberatan dan kesulitan mewujudkan sesuatu.” (HR. Ibnu Hibban)

7 dari 8 halaman

6. Mengulang doa dan tidak terburu-buru agar segera terkabul

Ilustrasi berdoa
Ilustrasi berdoa (sumber: iStock)

Dalam hadis yang diriwayatkan oleh HR Muslim menjelaskan bahwa Rasulullah SAW apabila sedang berdoa beliau mengulang-ulang sampai tiga kali.

Nabi Muhammad SAW juga pernah bersabda agar tidak buru-buru ketika berdoa. Dalam hadis yang diriwayatkan HR. Bukhari dan Muslim, Rasulullah SAW bersabda “Akan dikabulkan (doa) diantara kalian selama tidak tergesa-gesa berkata ‘Saya telah berdoa namun belum dikabulkan‘”.

8 dari 8 halaman

7. Jangan mendoakan keburukan

Ilustrasi berdoa (sumber: iStock)
Ilustrasi berdoa (sumber: iStock)

Abu Hurairah radhiallahu’anhu menerangkan bahwa Rasulullah pernah bersabda yang berbunyi “Doa para hamba akan senantiasa dikabulkan, selama tidak berdoa yang isinya dosa atau memutus silaturrahim.” (HR. Muslim dan Abu Daud).

Selama kita berdoa untuk kebaikan kita, tidak ada doa yang luput didengar oleh Allah. Oleh sebab itu, hindari berdoa yang berisikan keburukan untuk diri sendiri ataupun orang lain.

Diriwayatkan dari Jabir radhiallahu’anhu, Rasulullah SAW bersabda ;

“Janganlah di antara kalian mendoakan keburukan untuk diri kalian, jangan mendoakan (keburukan) anak-anak kalian, jangan mendoakan (keburukan) pembantu kalian, jangan mendoakan (keburukan) harta kalian. Bisa jadi ketika hamba berdoa kepada Allah bertepatan dengan waktu yang mustajab, maka Allah kabulkan bagi mereka.” (HR. Abu Daud)

Lanjutkan Membaca ↓