6 Manfaat Bubuk Kakao untuk Kesehatan Tubuh, Si Bahan Dasar Pembuat Cokelat

Oleh Yulia Lisnawati pada 15 Apr 2020, 19:01 WIB
Diperbarui 15 Apr 2020, 19:01 WIB
Ilustrasi Bubuk Kakao
Perbesar
Ilustrasi Bubuk Kakao (pixabay.com)

Liputan6.com, Jakarta - Hampir setiap individu suka makan cokelat. Namun, ada juga yang tidak suka makan cokelat karena efek akan menggemukan badan dan tidak sehat.

Cokelat dibuat dari bubuk kakao, yang dibuat dengan menghancurkan biji kakao dan menghilangkan lemak atau mentega kakao. Ada tiga varietas tanaman kakao, di antaranya Forastero, Criollo, dan Trinitario.

Forastero adalah bubuk kakao yang banyak digunakan, terdiri dari 80-90 persen produksi kakao dunia. Variasi Criollo dianggap sebagai kelezatan dan Trinitario adalah hibrida dari Forastero dan Criollo.

Nyatanya, bubuk kakao juga memiliki manfaat sebagai obat untuk meningkatkan kesehatan. Nah, penasaran apa saja manfaat bubuk kakao? Berikut ulasannya seperti melansir dari Boldsky, Rabu (15/4/2020).

1. Menurunkan Depresi

Liputan 6 default 5
Perbesar
Ilustraasi foto Liputan 6

Bubuk kakao mengandung flavanol, yang memiliki kemampuan untuk meningkatkan suasana hati dan menghilangkan gejala depresi.

Selain itu, bubuk kakao juga meningkatkan kadar serotonin, suatu neurotransmitter yang bertindak sebagai antidepresan.

Sebuah penelitian menemukan bahwa mengonsumsi cokelat bisa meningkatkan ketenangan dan kepuasan, sehingga meningkatkan kesejahteraan psikologis.

2 dari 6 halaman

2. Membantu Menurunkan Berat Badan

Manfaat lain dari bubuk kakao adalah membantu dalam mengatur berat badan dengan mengurangi nafsu makan, mengatur penggunaan energi dan meningkatkan oksidasi lemak dan perasaan kenyang. 

Sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal Archives of Internal Medicine menunjukkan bahwa individu yang makan lebih banyak cokelat sering memiliki BMI lebih rendah (Indeks Massa Tubuh) dibandingkan dengan individu yang makan lebih sedikit cokelat.

3 dari 6 halaman

3. Meningkatkan Fungsi Otak

Cokelat memiliki kemampuan ampuh untuk menurunkan risiko penyakit neurodegeneratif.

Flavanol dalam cokelat bisa membantu meningkatkan fungsi otak dan aliran darah dengan meningkatkan produksi oksida nitrat. Ini melemaskan otot-otot pembuluh darah, sehingga meningkatkan pasokan darah ke otak.

4 dari 6 halaman

4. Mengobati Asma

Cokelat mengandung senyawa anti-asma seperti theophilin dan theobromine, yang bisa bermanfaat bagi pengidap asma. 

Theophilin membantu melebarkan paru-paru dengan membuka saluran udara dan mengurangi peradangan. Selain itu, theophilin juga membantu mengatasi batuk terus-menerus.

5 dari 6 halaman

5. Kesehatan Mulut

Sifat anti-enzimatik, antibakteri dan merangsang kekebalan dalam cokelat bisa berkontribusi terhadap kesehatan mulut. Bubuk kakao mempromosikan gigi yang sehat dengan memerangi bakeri yang menyebabkan gigi berlubang dan gusi.

6 dari 6 halaman

6. Memperbaiki Kulit

Menurut penelitian, polifenol dalam cokelat telah terbukti bermanfaat bagi kulitmu dalam banyak cara. 

Ini termasuk meningkatkan sirkulasi darah di kulit, melindungi kulit dari sinar UV, meningkatkan hidrasi kulit dan memperbaiki tekstur kulit.

Lanjutkan Membaca ↓