Lewat Ilustrasi Buatannya, Remaja Ini Hibur Anak-Anak Pengidap Kanker

Oleh Camelia pada 30 Mar 2020, 10:00 WIB
Diperbarui 30 Mar 2020, 10:00 WIB
Remaja ini hibur anak penderita kanker lewat karyanya

Liputan6.com, Jakarta - Kebanyakan remaja yang masih duduk di bangku sekolah, biasanya melakukan aktivitas seperti menggambar jika ditugaskan oleh guru di kelas. Namun, berbeda dengan Aurelia Theja. Dari kacamata seorang remaja yang masih duduk di kelas 3 SMP ini, menggambar membuatnya mampu berekspresi dengan bebas.

“Yang aku utamain sebenernya bukan gambarnya bagus atau nggak. Tapi gimana kita bisa menuangkan ide dan pikiran dalam wujud gambar,” ujar perempuan kelahiran 6 Mei 2005 ini.

Aurel menilai bahwa ada banyak manfaat dari menggambar. Salah satunya sebagai sarana mengekspresikan diri. Pasalnya Aurel percaya jika menahan emosi atau pikiran tentu tidak baik untuk kesehatan seseorang.

 

Remaja ini hibur anak penderita kanker lewat karyanya
foto: Patricia Astrid Nadia

“Lewat gambar, segala emosi atau pikiran yang terpendam dapat disalurkan dengan baik. Ini penting, karena sesuatu yang dipendam terlalu lama itu nggak bagus,” jelas remaja yang gemar minum green tea tersebut.

2 dari 3 halaman

Hibur anak-anak pejuang kanker

Remaja ini hibur anak penderita kanker lewat karyanya
foto: Patricia Astrid Nadia

Kemampuan menggambar dengan teknik digital digunakan oleh Aurel untuk menghibur anak-anak pejuang kanker. Aurel berkolaborasi dengan salah satu temannya yang bertugas membawakan cerita, sementara Aurel menciptakan ilustrasi yang mendukung cerita tersebut dalam rangka menyemangati anak-anak pejuang kanker.

Saat wali kelas Aurel berulang tahun, ia juga membuat ilustrasi ucapan selamat ulang tahun untuk gurunya. Di tengah kesibukannya dengan aktivitas sekolah, Aurel yang merupakan penyuka anime Boku no Hero Academia ini juga diberikan kepercayaan untuk mendesain cover buku di sekolah.

“Aku belajar buat bagi waktu antara tugas-tugas sekolah sama gambar yang emang jadi passion aku,” katanya.

 

Remaja ini hibur anak penderita kanker lewat karyanya
foto: Aurelia Theja

Semua hal tentang menggambar tentunya bukan dengan cara yang instan dia dapatkan. Aurel mempelajarinya dengan rutin berlatih. Meski begitu dirinya mengaku pernah minder dengan karyanya.

“Aku pernah saking mindernya sampai bandingin karyaku dengan orang lain. Fokus aku malah lebih ke kekurangan gambar aku. Akhirnya aku mengubah mindset kalo gambar itu bukan untuk kompetisi, tapi sarana ekspresi diri,” pungkasnya.

3 dari 3 halaman

Berbagi tips

Remaja ini hibur anak penderita kanker lewat karyanya
foto: Aurelia Theja

Aurel berbagi tips untuk teman-teman remaja yang ingin menekuni dunia menggambar. Menurutnya, bagi pemula ada baiknya belajar dari contoh-contoh style gambar milik orang lain.

“Nggak papa awalnya kita ikutin style mereka dulu, tapi nanti kita nemuin style unik punya kita,” pesan Aurel.

Perempuan yang hobi mengoleksi action figure ini juga mengajak remaja untuk mencoba menggambar di buku sketsa hingga buku itu terisi penuh oleh gambar hasil karyanya sendiri.

“Sering-sering latihan aja. Trus kalo mau gambar digital, coba install aplikasi gambar di HP dan mulai ekspreimen dengan mengenal cara kerja aplikasinya,” ungkap penyuka warna biru ini.

Remaja ini hibur anak penderita kanker lewat karyanya
foto: Aurelia Theja

Segala sesuatu yang dilakukan dengan rutin atau konsisten maka akan membuat seseorang terbiasa dengan hal tersebut. Remaja yang bercita-cita pergi ke Jepang dan ingin menginspirasi banyak orang melalui gambarnya, juga mengajak teman-teman muda lainnya untuk tidak takut mendapatkan kritik dari orang lain.

“Terus kembangkan kemampuan menggambar, jangan takut dikritik, dan jangan menyerah untuk berlatih menggambar,” tutup Aurel.

Penulis:

Patricia Astrid Nadia

Lanjutkan Membaca ↓