Jangan Abai, Perhatikan Gejala Ini untuk Lindungi Dirimu dari Virus Corona

Oleh Sulung Lahitani pada 02 Mar 2020, 17:04 WIB
Diperbarui 02 Mar 2020, 17:04 WIB
Lip 6 default image
Perbesar
Gambar ilustrasi

Liputan6.com, Jakarta - Dengan diumumkannya 2 orang di Indonesia yang dinyatakan positif virus Corona oleh Presiden Joko Widodo, banyak orang khawatir dan bertanya-tanya gejala apa yang harus diperhatikan dan bagaimana melindungi diri dari virus tersebut.

Berikut ini beberapa hal yang patut Anda ketahui tentang virus Corona, terutama gejalanya seperti dilansir dari Edition.CNN.

1. Apa gejalanya?

Virus Corona membuat orang sakit. Biasanya mirip dengan penyakit saluran pernapasan atas ringan hingga sedang, mirip dengan flu biasa. Gejalanya meliputi pilek, batuk, sakit tenggorokan, sakit kepala, dan demam yang bisa berlangsung beberapa hari.

Bagi mereka yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah, orang lanjut usia, dan anak kecil, ada kemungkinan virus dapat menyebabkan penyakit saluran pernapasan yang lebih serius seperti pneumonia atau bronkitis.

 

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:


2. Bagaimana cara penyebarannya?

[Fimela] Virus Corona
Perbesar
Ilustrasi mengenakan masker untuk mencegah virus corona masuk ke dalam tubuh | unsplash.com/@anikolleshi

Penularan antar manusia terjadi ketika seseorang bersentuhan dengan sekresi orang yang terinfeksi seperti percikan batuknya. Bergantung pada seberapa mematikan virus itu, batuk, bersin, dan berjabat tangan juga dapat menyebabkan penularan.

Virus ini juga dapat ditularkan dengan menyentuh seesuatu yang telah disentuh oleh orang yang terinfeksi dan kemudian menyentuh mulut, hidung, atau mata Anda. Virus Corona juga dapat menyebar terutama dari orang ke orang. Anda bisa tertular Corona bila terpapar limbah pasien.

 


3. Bagaimana pengobatannya?

[Fimela] Ilustrasi laboratorium
Perbesar
Ilustrasi Corona Virus | unsplash.com/@anikolleshi

Tak ada pengobatan antivirus khusus tapi para ahli dari seluruh dunia tengah berusaha menemukan vaksinnya. Sebagian besar waktu, gejalanya akan hilang dengan sendirinya dan para ahli menyarankan untuk mencari pengobatan lebih awal.

Jika Anda memiliki gejala yang terasa lebih buruk daripada pilek biasa, kunjungi dokter. Bila Anda berpikir Anda terpapar Corona, Anda harus segera menghubungi penyedia layangan kesehatan.

 


4. Berapa lama masa inkubasi?

Ilustrasi Virus Corona 2019-nCoV (Public Domain/Centers for Disease Control and Prevention's Public Health Image)
Perbesar
Ilustrasi Virus Corona 2019-nCoV (Public Domain/Centers for Disease Control and Prevention's Public Health Image)

Karantina biasanya diatur untuk periode inkubasi dengan rentang waktu di mana orang menderita penyakit setelah terpapar. Untuk virus Corona, periode karantina adalah 14 hari dari tanggal paparan terakhir karena 14 hari adalah periode inkubasi terpanjang yang terlihat untuk penyakit serupa.

 


5. Bagaimana Anda mencegahnya?

Liputan 6 default 3
Perbesar
Ilustraasi foto Liputan 6

Anda dapat mengurangi risiko infeksi dengan menghindari orang yang sakit. Tutupi mulut dan hidung Anda ketika batuk atau bersin dan desinfeksi benda dan permukaan yang Anda sentuh.

Hindari menyentuh mata, hidung, dan mulut Anda. Sering-seringlah mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir selama 20 detik.

Kesadaran juga merupakan kunci. Jika Anda sakit dan memiliki alasan untuk meyakini bahwa itu adalah virus Corona, Anda harus memberi tahu penyedia layanan kesehatan dan mencari pengobatan lebih awal.

Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Live Streaming

Powered by

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya