Viral, Fenomena Banjir 'Darah' Usai Gempa di Turki

Oleh Liputan6dotcom pada 11 Feb 2020, 12:00 WIB
Diperbarui 11 Feb 2020, 12:00 WIB
Air Jadi darah di turki

Liputan6.com, Jakarta Pada bulan Januari 2020, Turki mengalami gempa yang cukup besar, yaitu 6,8 magnitudo. Gempa tersebut memakan korban jiwa sebanyak 36 orang dan korban luka-luka 1.607 orang. Gempa bumi terjadi pada kedalaman sekitar 9 mil dan berpusat di dekat distrik Sivrice, di provinsi Elazig, Turki timur.

Kemudian provinsi itu diguncang lebih jauh oleh serangkaian gempa susulan mulai dari antara 5,4 hingga 3,3 skala Richter. Sehabis gempa muncul fenomena aneh yang meresahkan yaitu berubahnya air menjadi merah seperti darah.

Perubahan air menjadi merah seperti darah yang terjadi di Turki bisa dibilang pemandangan yang tak biasa. Banyak warga di sana yang mengira itu sebagai tanda untuk mereka naik ke perbukitan yang tinggi. Berdasarkan informasi yang dikutip dari DailyStar, belum diketahui secara pasti apa penyebab fenomena alam ini. Terilihat jelas dalam video, cairan berwarna merah seperti darah mengalir membajiri tanaman hingga ke jalanan.

2 dari 4 halaman

Tidak Masuk Akal

Air jadi darah di Turki
Sumber : DailyStar

Beberapa orang percaya dan berkomentar bahwa penyebab kejadian itu bisa jadi pewarna yang telah dimasukkan ke dalam pasokan air untuk membantu mendeteksi kebocoran. Akan tetapi, pemikiran tersebut telah ditentang karena sangat tidak masuk akal pewarna merah darah dimasukkan ketika tidak hujan dan tak bocor.

Ada lagi penjelasan yang mengatakan bahwa kejadian itu disebabkan oleh tercampurnya sumber air dengan limbah darah dari Rumah Potong Hewan.

3 dari 4 halaman

Tanda-tanda Kiamat

Air Jadi Darah di Turki
Sumber : DailyStar

Banyak yang menerka-nerka penyebab terjadinya fenomena ini dengan pikiran yang tidak masuk akal. Ada juga yang menyambungkan dengan prediksi di tahun-tahun sebelumnya tentang tanda-tanda kiamat di akhir zaman.

Penulis :

Ayu Ester Simanjuntak

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini :

Lanjutkan Membaca ↓