Sering Dilakukan, 8 Kebiasaan Beracun Ini Diam-Diam Mencuri Kebahagiaanmu

Oleh Sulung Lahitani pada 28 Nov 2019, 19:01 WIB
Diperbarui 30 Nov 2019, 18:13 WIB
Depresi (iStockphoto)

Liputan6.com, Jakarta - Sumber ketidakbahagiaan sebenarnya tak selalu berasal dari kemiskinan atau kurangnya hiburan. Kebiasaan beracun yang sering tanpa sadar Anda lakukan tiap hari, juga bisa memengaruhi rasa bahagia dalam hidup.

Ada beberapa tips untuk mengubah kebiasaan-kebiasaan beracun tersebut. Dengan mengubahnya, maka Anda akan mulai merasakan kebahagiaan seutuhnya.

Melansir dari Brightside.me, ini dia.

1. Anda membiarkan masa lalu dan masa depan mengganggu hidup Anda

Bukan berarti memikirkan masa lalu atau masa depan membuatmu tak bahagia, tapi lebih baik menghindari terjebak di sana. Memikirkan masa lalu biasanya menunjukkan bahwa ada beberapa masalah yang tak terselesaikan yang terus memberatkan Anda. Sementara terlalu berfokus sepenuhnya pada masa depan berarti Anda memiliki masalah dengan kecemasan.

 

2 of 5

2. Anda bergantung pada pendapat orang lain

Ilustrasi Berbisik
Foto: iStock

Kadang, kita ingin mengesankan orang yang bahkan tak kita suka atau membuktikan sesuatu pada mereka yang sebenarnya tak kita pedulikan. Padahal menurut penelitian, orang yang bergantung pada pendapat orang lain cenderung merasa cemas dan tertekan, serta tak mampu mempertahankan batas-batas pribadi mereka.

Mulai sekarang, Anda perlu bertanya pada diri sendiri, "Apakah saya baik-baik saja dengan itu atau apakah saya melakukannya demi orang lain?"

3. Anda fokus pada kesuksesan orang lain

Di era media sosial seperti sekarang, sangat sulit untuk tidak jatuh ke dalam perangkap perbandingan. Saat Anda terus-menerus sibuk mengikuti kehidupan orang lain, Anda mengabaikan hidup Anda dan kehilangan waktu yang bisa Anda habiskan untuk membangun kesuksesan Anda sendiri.

 

3 of 5

4. Anda seolah-olah tahu pikiran orang lain

Yang Manakah Anda di Antara Beberapa Ilustrasi Ini?
Mudah bagi Anda untuk selalu berpikiran positif maupun negatif, berikut ilustrasi yang mungkin sangat menggambarkan diri Anda.

Anda tak akan pernah benar-benar tahu apa yang dipikirkan orang lain. Namun, pikiran seperti "Aku terlihat bodoh di mata mereka." atau "Mereka mungkin berpikir aku membosankan," masuk ke kepala setiap hari.

Saran sederhana untuk menangkalnya, cobalah untuk percaya bahwa orang-orang berpikir yang terbaik dari Anda. Perspektif ini akan meningkatkan kepercayaan diri Anda dan membantu Anda berkomunikasi secara terbuka.

5. Menyimpan dendam

Mengapa tak baik menyimpan dendam? Pertama, dendam berdampak negatif pada kesehatan. Mulai dari depresi ringan hingga kesengsaraan kardiovaskular akut.

Kedua, Anda harus paham bahwa pasti ada masalah yang lebih dalam jika Anda bereaksi dengan cara ini. Ketiga, ini hanya menyakiti diri sendiri. Anda akan membuang waktu dan energi Anda yang berharga untuk sesuatu yang tak dapat Anda ubah.

 

4 of 5

6. Anda suka menjadi korban

Berpikir
Ilustrasi Foto Lamban Berpikir (iStockphoto)

Menjadikan orang lain atau situasi sebagai alasan masalah Anda adalah cara cepat menuju ketidakbahagiaan. Mudah menyalahkan segala hal di sekitar.

Saat Anda mengubah perspektif sumber masalah berasal dari diri Anda, Anda akan mendapatkan pilihan untuk mengubah situasi tersebut. Alih-alih hambatan, Anda akan melihat peluang.

7. Anda tak membiarkan diri Anda melakukan kesalahan

Kebanyakan keberhasilan berasal dari kegagalan. Tidak ada salahnya tampak sempurna di CV Anda. Tapi, apakah itu benar-benar membawa kebahagiaan?

Anda harus mengubah persepektif Anda tentang kegagalan. Bahkan jika itu berupa kesalahan kecil.

 

5 of 5

8. Anda mematikan perasaan Anda

Ilustrasi otak dan pikiran manusia
Ilustrasi (iStock)

Kita sering diberi tahu bahwa kita seharusnya tak menunjukkan emosi yang tak menyenangkan, seperti "Jangan menangis," "Jangan sedih tentang itu," dan lainnya. Sedikit demi sedikit, kita pun menyembunyikan emosi negatif kita.

Sayangnya, perilaku ini biasanya menghasilkan pengalaman hidup yang lebih buruk. Menurut para ahli, berjuang dengan emosi negatif membuat kita mati rasa terhadap emosi positif. Ini juga mengarah pada komunikasi dan hubungan yang lebih buruk.

Lanjutkan Membaca ↓

Live Streaming

Powered by