Aturan Mobil Listrik Akan Diberi Suara Palsu Jadi Sorotan, Begini Saran Warganet

Oleh Liputan6dotcom pada 05 Okt 2019, 18:00 WIB
Mengisi baterai mobil listrik

Liputan6.com, Jakarta - Inovasi di bidang otomotif terus dikembangkan. Saat ini, mobil listrik menjadi primadona otomotif karena bahan bakarnya yang ramah lingkungan dan suara yang halus, bahkan tidak bersuara. Tetapi, Pemerintah Federal Amerika Serikat merencanakan peraturan baru untuk mobil listrik.

Pemerintah Federal AS ingin memberikan pemilik mobil listrik kemampuan untuk memilih suara yang dihasilkan. Berarti mobil listrik yang dikenal sebagai mobil yang hening, kemungkinan akan memiliki suara palsu yang dapat dipilih sesuai keinginan.

2 of 4

Memilih Suara

Peugeot Resmi Rilis Mobil Listrik e-2018
Peugeot Resmi Rilis Mobil Listrik e-2018. (Ist)

Dilansir dari Mirror, Sabtu (5/10/2019), peraturan baru ini telah diajukan Administrasi Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Nasional AS. Dalam pengajuan tersebut dinyatakan bahwa pengemudi harus memilih suara yang mereka sukai dari serangkaian suara yang dipasang di kendaraan.

3 of 4

Saran Suara dari Warganet

Perusahaan otomotif Porsche secara resmi meluncurkan mobil listrik pertamanya, Taycan
Perusahaan otomotif Porsche secara resmi meluncurkan mobil listrik pertamanya, Taycan (Motorbeam)

Akun Twitter @verge dari media The Verge juga memberitakan mengenai peraturan baru ini. Warganet yang membaca informasi tersebut langsung berkelakar mengenai suara mobil yang ingin mereka pakai jika peraturan dijalankan.

“Aku mau mobilku bersuara seperti ini,” kata akun Twitter @GonzaloSGR, menunjukkan video seorang anak bernyanyi yang sempat viral di media sosial.

4 of 4

Suara Dibatasi

Konsep Mobil Listrik Hyundai Siap Curi Perhatian di Frankfurt (Paultan)
Konsep Mobil Listrik Hyundai Siap Curi Perhatian di Frankfurt (Paultan)

Namun, sepertinya kemungkinan suara-suara lucu tersebut tidak dapat direalisasikan karena pemerintah mengatakan bahwa suara palsu yang disediakan akan dibatasi.

Menurut The Verge, peraturan ini sendiri dimaksudkan untuk mencegah kecelakaan yang melibatkan pejalan kaki, terutama orang-orang dengan masalah pengelihatan atau buta.

Penulis:

Timothy Juliano

Universitas Multimedia Nusantara

Lanjutkan Membaca ↓