Pencemaran Laut Makin Parah, Penyu Mati dengan Plastik Menyumbat Duburnya

Oleh Sulung Lahitani pada 28 Jun 2019, 12:01 WIB
Diperbarui 29 Jun 2019, 22:14 WIB
Pencemaran Makin Parah, Penyu Mati dengan Plastik Menyumbat Duburnya

Liputan6.com, Jakarta - Pencemaran plastik di lautan tak hanya membuat laut terlihat kotor, tapi juga dapat merusak ekosistem. Sering terdengar hewan laut yang mati dan di dalam perutnya ditemukan plastik. Ini dikarenakan mereka sering mengira itu adalah ubur-ubur dan tak sengaja memakannya.

Setelah sebelumnya dari dalam bangkai ikan pari ditemukan buku, kamera, dan kaleng, kali ini seekor penyu dilaporkan ditemukan mati dengan kantong plastik yang keluar dari duburnya. Bangkai penyu dengan plastik di duburnya itu ditemukan tak jauh dari Desa Poblacion, Filipina.

Hewan itu ditemukan oleh seorang warga bernama Arnel Emplamado saat berjalan-ajaln di sekitar daerah itu. Meski penyebab sebenarnya belum diketahui, tapi diyakini sampah plastik lah penyebabnya.

"Di bagian ekornya terlihat plastik yang menyembul," ungkap Arnel.

Melansir dari Coconut, setelah dilaporkan, departemen lingkungan kota Valladolid menyarankan mereka untuk mengubur penyu itu yang lebarnya 60 cm dan panjangnya 91 cm. Penyu mati itu pun kemudian dikubur di dekat daerah pantai tempat ditemukannya pertama kali.

 

2 of 2

Selanjutnya

Pencemaran Makin Parah, Penyu Mati dengan Plastik Menyumbat Duburnya
Doc: Coconut.co

Di lautan, penyu sering tak sengaja makan kantong plastik karena mirip ubur-ubur. Padahal plastik yang tertelan dapat menyebabkan penyumbatan di perut dan usus.

Menurut laporan dari United Nations Environment Program pada Juni 2019, lima negara bertanggung jawab terhadap limbah plastik dunia yang biasanya hanyut ke luatan. Lima negara tersebut yakni:

  1. Cina
  2. Indonesia
  3. Thailand
  4. Vietnam
  5. Filipina.

Belum terlambat untuk melestarikan lingkungan dan menyelamatkan ekosistem dari kebinasaan.

 

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓