Terapung di Laut 11 Hari, Nelayan Bertahan Hidup dengan Minum Air Seninya

Oleh Sulung Lahitani pada 12 Jun 2019, 16:00 WIB
Terapung di Laut 11 Hari, Nelayan Bertahan Hidup dengan Minum Air Seninya

Liputan6.com, Jakarta - Seorang nelayan dari Tiongkok selamat setelah terapung di tengah laut selama 11 hari. Terlebih, ia sempat berada di daerah berbahaya yang dikenal sebagai "Segitiga Bermuda Asia."

Nian Xinghua (52) tersesat di tengah lautan saat memancing sendirian di dekat Pingtan, sebuah kabupaten di lepas pantai tenggara Cina pada 10 Mei 2019. Menurup People's Daily, saat berada di atas kapalnya, ia mendapati dirinya tiba-tiba dikelilingi oleh kabut tebal yang membuatnya tak bisa membaca arah.

Parahnya, ponselnya kehabisan baterai dan membuatnya tak bisa berkomunikasi. Mimpi buruk Nian belum berakhir, bahan bakar kapalnya akhirnya habis. Ia pun tak punya pilihan selain mengikuti arus.

Petualangannya di laut lepas makin menakutkan saat ia menyadari bahwa ia terapung-apung di "Segitiga Bermuda Asia." Daerah yang terletak di Selatan Taiwan itu terkenal karena angin kencang dan ombak besarnya.

Ketakutan akan daerah tersebut telah berlangsung bertahun-tahun. Beberapa pesawat komersial dan militer jatuh secara misterius di sekitar daerah tersebut.

Setelah menghabiskan semua air yang dapat ia minum di dua hari pertama, Nian terpaksa meminum air kencingnya dan memakan umpan pancing yang ia simpan untuk bertahan hidup. Nelayan tua itu hampir tak bisa tidur nyenyak selama 10 hari karena takut tertabrak di malam hari, serta selalu berharap bisa melihat kapal di siang hari.

 

2 of 2

Akhirnya berhasil diselamatkan

Terapung di Laut 11 Hari, Nelayan Bertahan Hidup dengan Minum Air Seninya
Doc: People's Daily

Di hari yang ke-11, mimpi buruknya berakhir. Straits Metropolis Daily melaporkan bahwa pada tanggal 21 Mei, kapal lain melihatnya dan mengirim SOS ke kapal kargo terdekat.

Para pekerja kapal kargo dilaporkan menerjang perairan yang menakutkan untuk membawa Nian ke tempat yang aman. Pada tanggal 23 Mei, kapal itu membawa Nian ke sebuah pelabuhan di Qingdao, Cina timur laut untuk berkumpul kembali dengan keluarganya.

Istri pria itu tak kuasa menahan tangisnya karena bisa bertemu kembali dengan suaminya. Padahal keluarga Nian dilaporkan telah menyiapkan pemakaman karena putus asa atas hilangnya pria itu di tengah laut.

Pria itu kemudian menjalani pemeriksaan kesehatan. Untungnya, pemeriksaan menyeluruh menyatakan Nian berada dalam kondisi yang stabil.

 

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓

Tag Terkait

Live Streaming

Powered by