Menebak Kepribadian Seseorang yang Sering Menggigit Kuku

Oleh Yulia Lisnawati pada 11 Mei 2019, 08:00 WIB
Diperbarui 12 Mei 2019, 21:13 WIB
Gigit jari kuku

Liputan6.com, Jakarta - Setiap orang tentu memiliki kebiasaan masing-masing, misalnya saja mengigit kuku. Kebiasaan tersebut memang sangat buruk, karena di dalam kuku terdapat banyak kuman dan kotoran sehingga akan membuatmu sakit.

Namun, meski menjadi kebiasaan jelek, tapi menggigit kuku banyak dilakukan anak-anak hingga dewasa. Terkadang orang dewasa tanpa sadar masih ada yang melakukan kebiasaan menggigit kuku di momen-momen tertentu meski tidak sampai merusak kuku.

Dan terlapas dari sadar tidaknya ia melakukan hal ini, ternyata kegiatan menggigit kuku bisa menjelaskan kondisi orang tersebut dan bahkan kepribadiannya. Ilmuwan menyebut hal ini sebagai 'perilaku berulang yang terfokus pada tubuh'.

Sebuah penelitian yang diterbitkan tahun 2015 dalam Journal of Behavior Therapy and Experimental Psychiatry menemukan bahwa orang-orang yang secara kompulsif punya kebiasaan menggigit kuku cenderung perfeksionis. 

 

2 of 2

Mengalihkan Kebosanan

Kegiatan mengigit kuku dianggap bisa mengalihkan perhatian untuk menghilangkan cemas, ketidakpuasan, keboasanan dan ketidaksabaran. Karena menggigit kuku mampu memberi rasa nyaman dan pelepasan emosi, dibanding tidak melakukan apa-apa, mereka memilih menggigiti kuku secara berulang sebagai cara mencari penghiburan.

Jadi, apakah kamu salah satu individu yang memiliki kebiasaan menggigit kuku?

Reporter:

Febi Anindya Kirana

Lanjutkan Membaca ↓