Viral Video Kepala Bocah Tersangkut di Pagar Tembok, Warganet: Kok Bisa?

Oleh Camelia pada 01 Mei 2019, 19:00 WIB
Diperbarui 01 Mei 2019, 19:00 WIB
kepala bocah tersangkut di tembok

Liputan6.com, Jakarta Bermain merupakan hal yang lumrah dilakukan oleh anak-anak. Bermain bahkan telah menjadi dunia anak-anak yang juga merupakan proses belajar.

Namun nampaknya orangtua harus selalu mengawasi apa yang dilakukan anak-anak ketika bermain. Tentu saja ini untuk mencegah hal-hal yang tak diinginkan terjadi. Seperti yang baru saja dialami oleh seorang bocah perempuan ini.

Pada sebuah video yang beredar di Facebook terlihat seorang bocah perempuan harus mengalami rasa sakit lantaran kepalanya tersangkut di tembok pagar rumah saat bermain. Video tersebut diunggah oleh akun Facebook Dina Riyadi.

Dalam video berdurasi 2 menit itu terlihat seorang bocah peempuan berteriak kencang sembari menangis lantaran kepalanya tersangkut di celah tembok pagar rumahnya. Di saat bersamaan, beberapa orang menggendongnya sambil berusaha mencoba mengeluarkan kepalanya tersebut.

Sebagian warga setempat yang menolong berusaha mengeluarkan kepala bocah tersebut dengan mengolesi minyak. Sementara beberapa warga lainnya mencoba membongkar tembok tersebut dengan palu. Beruntung beberapa saat kepala bocah tersebut berhasil dikeluarkan.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

2 dari 2 halaman

Buat Warganet Bertanya-tanya

kepala bocah tersangkut di tembok
foto: Facebook Dina Riyadi

Video yang diunggah sekitar satu minggu lalu itu tentu saja mencuri perhatian warganet. Tak sedikit yang bertanya-tanya bagaimana bisa kepala bocah perempuan itu tersangkut. Tak sedikit pula yang membagikan kisah bahwa mereka pernah mengalaminya ketika kecil.

"Lah anak nya aja kok bisa pala nya masuk situ?" tanya akun Ahmad Kunco. 

"dulu saya pernah ...ngalamin kaya gitu ...alhamdulilah saya nggak panik anaknya saya suruh miring lagi trus bisa keluar sendiri..." timpal akun Siti Komsatun. 

"Gw dulu jg begitu... Hhhhh biasa namany jg anak 2x," komentar akun Facebook Tri Hardiyan Utomo. 

Lanjutkan Membaca ↓