Butet Kartaredjasa: Hormati Konstitusi, Jangan Main Presiden-presidenan

Oleh Sulung Lahitani pada 24 Apr 2019, 19:01 WIB
Diperbarui 25 Apr 2019, 16:15 WIB
Butet Kertaradjasa

Liputan6.com, Jakarta - Adalah hal yang lumrah bagi Teater Gandrik mengangkat tema-tema yang sedang hangat di masyarakat, untuk kemudian diejawantahkan ke dalam medium seni pertunjukan. Itupula yang mereka lakukan saat mengangkat pementasan Para Pensiunan 2049.

Butet Kartaredjasa selaku pemain sekaligus Pimpinan Produksi pementasan tersebut, mengakui selalu ada perubahan-perubahan yang terjadi karena improvisasi dari para pemain. Sewaktu dipentaskan di Yogyakarta pada 8-9 April 2019 lalu misalnya, karena dipentaskan sebelum pilpres, maka lakon Para Pensiunan 2049 seolah ikut menyentil pemilihan umum tersebut.

"Dalam tradisi kami, selalu ada kebiasaan menginterpretasikan dengan perubahan baru, sesuai dengan situasi di luar panggung kesenian," ungkap dia saat ditemui di konferensi pers di Jakarta, Selasa (23/04).

Ia menambahkan bahwa seringnya terjadi perubahan tersebut sifatnya spontan. Semua tergantung pada kepekaan pemain tanpa mengorbankan alur yang telah diciptakan.

Terkait dengan pilpres yang menunggu hasilnya, Butet mengakui kalau situasinya kini melebihi komedi yang biasa diangkat Teater Gandrik di atas panggung. Bahkan baginya, sampai-sampai Teater Gandrik kehilangan kepercayaan diri apakah bisa lebih lucu dari kenyataan yang sedang terjadi di masyarakat.

"Seharusnya kan ya, kalau kita ini penganut konstitusi, meyakini konstitusi sebagai pedoman kehidupan bersama, hormatilah konstitusi itu," tukas dia.

Baginya, menafsirkan secara cerdas adalah apa yang dimau oleh konstitusi itu sendiri. Masyarakat seharusnya tidak bergerak di luar konstitusi.

"Ini tidak, malah jadi main presiden-presidenan," pungkas dia.

 

* Ikuti Hitung Cepat atau Quick Count Hasil Pilpres 2019 dan Pemilu 2019 di sini

2 of 2

Para Pensiunan 2049 dipentaskan Jakarta

Dukung Berantas Korupsi, Teater Gandrik Pentaskan Para Pensiunan 2049
Doc: Liputan6.com/Sulung Lahitani

Para Pensiunan 2049 mengangkat kisah para pensiunan yang ingin menikmati masa tua namun terkendala adanya Surat Keterangan Kematian yang Baik (SKKB) sebagai tanda mereka bersih dari korupsi. Jika tidak, jenazah mereka tidak boleh dikuburkan.

Butet Kartaredjasa, Susilo Nugroho, Agus Noor, dan G. Djaduk Ferianto adalah tim kreatif di balik pementasan tersebut. Pementasan juga melibatkan seniman-seniman Indonesia di mana naskah disusun oleh Agus Noor dan Susilo Nugroho, serta Butet Kartaredjasa sebagai pimpinan produksi di bawah arahan sutradara Djaduk Ferianto.

Didukung oleh Bakti Budaya Djarum Foundation, lakon Para Pensiunan 2049 digelar pada 25-26 April 2019 di Ciputra Artpreneur Theater, pukul 20.00 WIB. Tiket dapat dibeli secara online lewat www.kaya.co.id atau www.blibli.com dimulai dari Rp 200.000 (bronze) hingga Rp 2.000.000 (platinum).

Lanjutkan Membaca ↓