Jasad Para Pendaki Bermunculan, Ini 4 Fakta Gunung Everest yang Perlu Kamu Tahu

Oleh Novita Ayuningtyas pada 25 Mar 2019, 12:50 WIB
Diperbarui 26 Mar 2019, 19:14 WIB
Ilustrasi Gunung Everest (iStock)

Liputan6.com, Jakarta Pemanasan global yang terjadi akhir-akihir ini memang cukup menyita perhatian. Bahkan baru-baru ini akibat dari pemanasan global gletser pada Gunung Everest pun mulai mencair. Fenomana ini mengakibatkan jasad dari para pendaki yang hilang dan juga terkubur selama bertahun-tahun mulai bermunculan.

Diperkirakan hampir 300 pendaki dari Gunung Everest tewas di puncak sejak pendakian pertama. Sedangkan dua pertiga dari jasad para pendaki diduga masih terkubur dalam salju dan juga es. Akibat dari mencairnya gletser Gunung Everest ini, para jasad yang telah ditemukan tersebut akan segera dipindahkan. Akan tetapi untuk menurunkan jasad yang telah lama terkubur dan juga membeku membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

Biaya untuk menurunkan dan juga memindahkan mayat di kamp yang lebih tinggi bisa mencapai USD 40 ribu atau Rp 572 juta. Namun, tentu saja harga tersebut bisa bertambah tergantung dari seberapa sulitnya lokasi jasad ditemukan. Bahkan memindahkan jasad para pendaki ini juga bisa mengeluarkan dana hingga USD 80 ribu atau setara dengan Rp 1,1 miliar.

Dilansir Liputan6.com dari berbagai sumber, Senin (25/3/2019), Gunung Everest menjadi salah satu gunung yang menyimpan banyak misteri. Berikut ini beberapa fakta mengenai Gunung Everest yang perlu kamu ketahui.

2 dari 3 halaman

Fakta-fakta Gunung Everest

Puncak Everest
Puncak Everest atau Mount Everest di pegunungan Himalaya. (AFP)

1. Antrian lalu lintas pendaki

Jika kamu ingin mendaki Gunung Everest tentu saja biaya yang dibutuhkan pun tidak sedikit. Meski biaya yang dibutuhkan tidak sedikit, akan tetapi tetap saja banyak pendaki yang ingin menaklukan puncak gunung ini. Bahkan di tahun 2012 lalu seorang pendaki asal Jerman, Ralf Dujmovits menunjukkan gambar ratusan pendaki yang antri agar bisa mencapai puncak. Para pendaki diharuskan untuk mengantri selama kurang lebih dua jam. Dalam perjalanannya terdapat 234 orang yang berhasil mencapai puncak. Sedangkan empat orang lainnya meninggal dunia.

2. Menjadi gunung paling kotor

Karena banyaknya pendaki yang mencoba menaklukkan puncak Gunung Everest, banyak diantara mereka yang meninggalkan sampah. Sampah yang terdapat di gunung ini kebanyakan berasal dari sampah bekas minuman kaleng dan juga bungkus makanan. Bukan hanya itu saja, banyak pula sampah botol oksigen, peralatan mendaki, kotoran manusia serta mayat-mayat pendaki. Hal ini pula yang menyebabkan Gunung Everest disebut-sebut sebagai gunung paling kotor di dunia.

Namun, di tahun 2008 The Eco Everest Expedition pun membantu menangani mesalah sampah di Gunung Everest ini. Mereka pun berhasil mengumpulkan sampah lebih dari 13 ton. Selain itu, pemerintah Nepal juga mengeluarkan aturan baru. Mulai tahu 2014 para pendaki diharuskan membawa turun minimal 8 kilogram sampah. Apabila mereka tidak membawa sampah seberat 8 kilogram, para pendaki tersebut akan dikenakan denda sebesar USD 4 ribu atau sekitar Rp 56 juta.

3 dari 3 halaman

Hewan gunung dan nama lain Gunung Everest

3. Hewan gunung

Saat pendaki telah melewati ketinggian 6.700 mdpl, mereka harus berhati-hati dengan keberadaan laba-laba lompat Himalaya. Hewan yang memiliki nama latin Euophrys omnisuperstes ini bisa bersembunyi di sudut dan juga celah-celah gunung. Hewan ini memiliki racun yang sangat berbahaya dan juga mematikan.

4. Everest memiliki banyak nama

Karena Gunung Everest sendiri masuk dalam beberapa wilayah, maka tak heran jika gunung ini memiliki banyak nama. Untuk penduduk Tibet sendiri menyebutnya dengan Chomolungma selama berabad-abad. Nama yang dibaca Qomolangma ini pun memiliki arti sebagai dewi dari segala gunung. Bagi masyarakat Nepal sendiri menyebutnya sebagai Sagarmathau yang memiliki arti sebagai kening langit.

Selain itu, Gunung Everest ini juga terletak di Sagarmatha National Park. Untuk nama Gunung Everest yang dikenal banyak orang sendiri dibuat oleh seorang inspektur asal Inggris bernama Andrew Waugh. Ia mengambil nama Everest dari kepala tim Inggris yang menyurvei pegunungan Himalaya untuk kali pertama.

Lanjutkan Membaca ↓