Restoran Ini Sediakan Makanan Gratis Tiap Hari bagi Tunawisma, Bikin Haru

Oleh Yunisda Dwi Saputri pada 14 Feb 2019, 19:03 WIB
Restoran gratis untuk warga miskin

Liputan6.com, Jakarta Umumnya, orang memulai bisnis untuk meraih keuntungan sebesar-besarnya. Namun, lain halnya dengan apa yang dilakukan Kazi Mannan. Pria berdarah Pakistan ini tinggal di Washington, Amerika dan mendirikan sebuah restoran. Yang menarik dari pria ini adalah kemurahan hatinya menyediakan makanan gratis untuk tunawisma dan orang kurang mampu. 

Mungkin banyak yang bertanya-tanya bagaimana Kazi Mannan bisa mendapat pemasukan jika setiap harinya membagikan makanan gratis. Namun, Kazi Mannan pun setiap hari bertanya pada dirinya sendiri,

“Aku selalu mempertanyakan kepada Tuhan. Bagaimana bisa aku mempertahankan restoran ini dan tetap mendapat keuntungan?”

DEBAT CAPRES: Energi, Pangan, Infrastruktur, Sumber Daya Alam, dan Lingkungan Hidup Sesi 6

Tutup Video
2 of 4

Membangun restoran bernama Sakina Halal Grill

Dilansir Liputan6.com dari sebuah video yang dibuat ABC7 News, Kamis (14/2/2019), restoran milik Kazi Mannan yang diberi nama ‘Sakina Halal Grill’ telah berjalan selama 5 tahun ini. Dari luar, restoran tersebut terlihat seperti restoran mewah yang mungkin di benak orang-orang hanya dikhususkan untuk orang berada.

Namun, peribahasa ‘jangan menilai buku dari sampulnya’ sepertinya cocok untuk diterapkan untuk restoran milik Kazi tersebut. Pasalnya, setiap hari tak sedikit tunawisma dan orang kurang mampu yang mengunjungi restorannya untuk meminta sesuap nasi. Bahkan, tak jarang yang datang dua kali sehari.

Kazi Mannan mengungkapkan, “Jika ada yang minta makanan, oke!” tuturnya santai dalam video tersebut.

3 of 4

Lokasinya Tak Jauh dari Gedung Putih

Sakina Halal Grill yang menyajikan makanan autentik Pakistan dan India itu terletak tidak jauh dari Gedung Putih di Amerika. Setiap harinya, restoran itu memberi makan gratis pada orang yang kurang beruntung.

Tak sedikit orang yang keluar masuk untuk mendapatkan makanan gratis dari tempat ini. Salah satunya adalah seorang tunawisma yang sudah berlangganan selama 4 tahun di restoran tersebut.

Bahkan, Kazi Mannan juga paham betul dengan permintaan khusus dari beberapa pelanggan. Misalnya, ada pelanggannya yang sudah cukup tua sehingga giginya tidak sanggup mengunyah makanan keras. Maka, Kazi akan memberinya daging ayam yang lunak tanpa tulang.

4 of 4

Mannan adalah imigran dari desa kecil di Pakistan

Restoran gratis untuk warga miskin (Sumber: ABC7 News)
Restoran gratis untuk warga miskin (Sumber: ABC7 News)

Di balik kemurahan hatinya itu, Mannan hanyalah seorang imigran dari sebuah desa kecil di Pakistan. Ketika dia sampai di Amerika pada tahun 1996, dia hanya memiliki uang kurang dari $5 atau setara dengan Rp 70 ribu. Kazi menceritakan,

“Dahulu aku juga sama seperti mereka, yang tidak punya cukup uang untuk makan. Kamu lewat depan restoran tapi tidak pernah bisa masuk. Tidak ada yang akan mengizinkanmu masuk jika kamu tidak punya uang.” Ungkapnya.

Karena paham dengan apa yang dialami orang kelas bawah, Kazi memutuskan untuk mengizinkan para tunawisma untuk makan gratis di restoran yang ia buka tahun 2013 itu. Terlepas dari kebaikannya itu, ada saja orang yang mencela Kazi karena mereka menganggap tunawisma mungkin agak gila dan kotor.

Mereka bahkan menambahkan bahwa orang-orang itu akan merusak bisnis Kazi.

Merasa tidak terima, Kazi Mannan menimpali tanggapan mereka. Dia berkata, “Lihat saja restoranku, memangnya terlihat kotor?”

Ketulusan memanglah sudah mendarah daging di hati Kazi Mannan. Setiap dekorasi restorannya, termasuk hiasan dindingnya diimpor langsung dari Pakistan. Selain itu, restorannya jauh dari kata kotor seperti yang orang lain katakan.

Kazi Mannan mengaku bahwa dirinya tidak membutuhkan donasi. Namun, jika ada yang ingin membantu, semua bisa datang untuk makan dan membayar jika memang mampu. Pria hebat ini sangat menginspirasi banyak orang sehingga usahanya itu selalu ramai oleh pelanggan. Dirinya menambahkan,

“Aku mencoba untuk beribadah dengan cara berbagi makanan.” Imbuhnya

Lanjutkan Membaca ↓