Ngeri, Wanita Tua Dimakan Hidup-Hidup oleh Babi Peliharaannya Sendiri

Oleh Nur Aida Tifani pada 27 Feb 2019, 14:00 WIB
Diperbarui 27 Feb 2019, 18:13 WIB
Ilustrasi bayi babi mutan. (AP)

Liputan6.com, Jakarta - Di negara Barat khususnya Eropa, perternakan babi menjadi bisnis besar yang menguntungkan dan terus meningkat setiap tahunnya. Di samping informasi pertumbuhan pesat tentang perternakan babi, ada beberapa kasus yang terbilang mengenaskan.

Kasus ini terkait dengan kematian seorang wanita tua yang dimakan oleh babi peliharaannya sendiri. Seperti yang dilaporkan oleh media News.com.au, seorang peternak berusia 56 tahun asal Desa Malopurginsky, Distrik Udmurtia, Rusia, tewas dalam keadaan mengerikan karena dimakan babi peliharaannya sendiri.

Kejadian tersebut terjadi pada 1 Februari lalu, ketika sang wanita paruh baya tersebut sedang memberikan makanan kepada hewan ternaknya. "Menurut data awal, dia mengalami kejang karena epilepsi ketika sedang bekerja. Kejang itu membuatnya tak sadarkan diri hingga terjatuh ke kandang babi di dekatnya," tulis media lokal Newstes.ru.

Tubuh wanita tersebut kemudian dikira babi sebagai makanan mereka. Hingga akhirnya mereka memakan bagian wajah, telinga, hingga pundak wanita malang tersebut. Sang suami yang sedang sakit dan beristirahat baru menemukan jasad istrinya pada esok paginya. Polisi yang menyelidiki kasus ini meyakini bahwa peternak tersebut tewas akibat kehilangan banyak darah.

Di sisi lain, kasus ini juga membuat pihak berwenang di Rusia tercengang. Pasalnya, tragedi mengerikan yang dialami oleh sang wanita merupakan kasus yang pertama kali terjadi di Rusia. Meski begitu, mereka tetap melanjutkan inspeksi berserta melakukan pemeriksaan medis forensik.

Saksikan Video Pilihan di Bawah ini:

2 of 2

Bukan pertama kali terjadi

Babi, Harapan Transplantasi Masa Depan
Ilustrasi babi | Via: liputan6.com

Ternyata kasus yang dialami oleh wanita tua asal Rusia tersebut bukan pertama kali terjadi di dunia. Sebelumnya seorang lansia bernama Terry Vance Garner (69) asal Oregon, AS, juga mengalami hal serupa pada Oktober 2012 silam. Saat ditemukan oleh sang adik, jasad lansia tersebut ditemukan hanya tersisa beberapa bagian tubuhnya.

Polisi menemukan dugaan kuat bahwa pria tua itu diserang oleh babi peliharaannya yang memiliki berat lebih dari 317 kilogram. Karena tubuhnya sudah lemah, pria itu terjatuh sampai tak sadarkan diri dan kemudian tubuhnya dimakan oleh babi peliharaannya.

Kasus Garner sempat diselidiki oleh pihak Departemen Ilmu Pengetahuan Satwa di Oregon State University. "Babi domestik biasanya tidak seagresif babi liar, tetapi ada beberapa tingkatan berbahaya yang bisa terjadi dengan hewan apa pun," ujar John Killefer selaku kepala departemen, dikutip dari Independent.

Killefer menambahkan bahwa sebenarnya babi merupakan hewan yang lebih omnivora dibandingkan hewan ternak lain seperti sapi. Jadi dari pandangannya kasus yang dialami oleh wanita Rusia serta Garner bisa disebut sebagai kasus yang tidak biasa atau langka terjadi.

Lanjutkan Membaca ↓