Tata Cara Ziarah Kubur Sesuai Sunnah dalam Ajaran Islam

Oleh Liputan6.com pada 18 Jan 2019, 11:11 WIB
Diperbarui 18 Jan 2019, 11:11 WIB
Ilustrasi

Liputan6.com, Jakarta Di Indonesia, orang kebanyakan melakukan ziarah kubur saat bulan Ramadan atau Idul Fitri. Padahal, ziarah kubur dapat dilaksanakan kapan saja dan tidak terikat waktu tertentu. Tetapi, meski sudah jadi kebiasaan di Indonesia, hukum ziarah kubur bukan ibadah yang bersifat wajib dan tidak berdosa jika tidak melakukannya.  

Ziarah kubur menurut Islam hanyalah salah satu sarana agar seorang Muslim selalu beriman dan mengingat kematian. Dengan ziarah kubur, umat Islam akan mengingat bahwa kematian itu nyata.

Ziarah kubur merupakan amalan sunah yang sangat dianjurkan dalam Islam, apalagi makam orangtua sendiri. Ziarah kubur termasuk ibadah yang mulia di sisi Allah. Islam juga masih menghormati orang-orang yang sudah meninggal.

Kebiasaan kita ziarah kubur menjelang Ramadhan atau sesudah pulang shalat Id. Walaupun sebenarnya bukan diwaktu itu saja yang disyariatkan dalam Islam. Namun, banyak di antara kita yang terkadang jarang ziarah kubur. Padatnya aktivitas menjadi salah satu alasan sebagian dari kita tidak melakukan ziarah kubur.

Adapun tujuan disyari’atkannya kembali ziarah kubur adalah untuk mengingatkan peziarah bahwa kehidupan didunia ini tidak kekal dan mengingatkan kepada hari akhir. Ziarah kubur boleh kapan saja. Dahulu Rasulullah memang melarang para sahabatnya untuk berziarah kubur sebelum disyari’atkannya. Sebab waktu itu umat Islam banyak yang salah arti tentang ziarah kubur.

Sebagaimana Rasulullah bersabda:

“Sesungguhnya aku dahulu telah melarang kalian untuk berziarah kubur, maka (sekarang) berziarahlah karena akan bisa mengingatkan kalian kepada akhirat dan akan menambah kebaikan bagi kalian.” (HR. Muslim).

Dalam tata cara ziarah kubur, ada adab yang harus dan tidak harus dilakukan. Salah satu adab dalam tata cara ziarah kubur menurut Islam adalah mendoakan orang yang dimakamkan di hadapan kita. Sementara menaburkan bunga atau menyiramkan air di atas makam bukan menjadi bagian wajib dari tata cara ziarah kubur sesuai sunnah.

Berikut telah kami rangkum tata cara ziarah kubur sesuai sunnah yang dianjurkan oleh agama Islam Jumat, (18/1/2019).

2 dari 5 halaman

Berwudlu dan Ucapkan Salam

1. Berwudhulah terlebih dahulu

Tata cara ziarah kubur sesuai sunnah yang pertama adalah berwudhu. Sebelum pergi ziarah kubur, hendaknya peziarah berwudhu terlebih dahulu.

2. Ucapkan salam kepada ahli kubur

Tata cara ziarah kubur sesuai sunnah yang kedua adalah ucapkan salam. Rasulullah SAW mengajarkan kita untuk mengucapkan salam yang juga sekaligus doa ketika masuk ke dalam area pemakaman.

"ASSALAMU ’ALAIKUM AHLAD-DIYAAR MINAL MU’MINIINA WAL MUSLIMIIN. YARHAMULLOOHUL MUSTAQDIMIINA MINNAA WAL MUSTA’KHIRIIN. WA INNA INSYAA ALLOOHU BIKUM LA-LAAHIQUUN. WA AS ALULLOOHA LANAA WALAKUMUL ‘AAFIYAH."

Artinya: "Semoga keselamatan tercurah kepada kalian, wahai penghuni kubur, dari (golongan) orang-orang beriman dan orang-orang Islam, semoga Allah merahmati orang-orang yang mendahului kami dan orang-orang yang datang belakangan. Kami insya Allah akan menyusul kalian, saya meminta keselamatan untuk kami dan kalian".

3 dari 5 halaman

Menghadap ke kiblat dan bedoa

3. Menghadap ke kiblat saat bedoa untuk almarhum dan zikir

Tata cara ziarah kubur sesuai sunnah yang ketiga adalah menghadap ke kiblat saat bedoa untuk almarhum. Saat akan mendoakan mayit, hendaknya menghadap kiblat. Dianjurkan juga untuk membaca tasbih, takbir, tahmid dan zikir.

4. Kirimkan doa untuk almarhum

Tata cara ziarah kubur sesuai sunnah yang keempat adalah berdoa untuk almarhum. Setelah itu membaca tasbih, takbir, tahmid, zikir dan doa yang dikhususkan untuk mayit. Kemudian mendoakan mayit yang diakhir dengan bacaan al-Fatihah sebagai penutup.

Berikut bacaan doa ziarah kubur sesuai Islam:

A'udzubillahi minasyaithoonir rojim. Bismillahirrohmannirrohim.

Alhamdullilahi robbil 'alamin, hamdan syakiriin, hamdannaa'imiin, hamdan yuwaafiini'amahu wayukaafii mazidah, yaa robbanaa lakal hamdu kamaa yanbaghi lijalali wajhika wa'adzimi sultonik, allohumma shoolli wasalim 'ala sayyidina muhammad wa'ala alii sayyidina muhammad.

Alloh humma taqobal wa ausil sawaaaba maa qoro, nahu minal qur'anil 'adzim, wa maa halalna wa maa sabahna wamastaghfarnaa wamaa sholaina 'atsayyidina muhammad sollallohu'alaihi wasallam, hadiyatan wasilatan, warohmatan najilatan wa barokatan samilatan ilaa hadoroti habibina wasafi'ina waquroti a'ayuninaa sayyidina wamaulanaa muhammadin sollallohu 'alaihi wa sallam, wa ila jami'ii ikhwanihi minal anbiyaai walmursaliina wal auliyaai, wassuhadai, wassolihina, wassohabati wattabi'ina wal'ulamail 'alimina wal mushonnafiinal mukhlisiina wa jami'il mujaa-hidiina fi sabilillahi robbil 'alaminn, wal malaikatil muqorrobina khusushan ila sayyidina syaih abdul qodir zailanii.

Summa ilaa jami'i ahlil qubur, minal muslimiina wal muslimati, wal mu miniina wal mu minaati, min masaarikil ardhi ila magooribiha barriha wabahriha khusushan ila aabaaina wa ummahaa tiinaa, wa ajdaadina, wanakhussu khusushan manijtam'anaa hahunaa bisababihi waliajlihi.

Alloh hummaghfirlahu warhamhu wa'afihi wa'fu anhu wa akrim nujulahu wawasi' madholahu, waghsilhu bilmai wassalji wal barodi wanaqihi minal khotooya, kama yunaqqo saubul abyadu minaddannasi wa abdilhu, darron khoiron min daarihi wa ahlan khoiron min ahlihi wa jaujan khoiron min jauzihi wa adhilhul jannata wa 'aidhu min 'adzabil qobri wa fitnatihi wa min 'adzabinnar, allohhumaghfir lihayyina wa mayyitina wa sahhidiina wa ghoniina washogiirona wa kaabirona wadakirona wa ansana, allohumma man ahyaitahu minna fa ahyihi 'alal islami wa man tawafaitahu minna fatawafahu alal iiman allohumma la tuhrimna azrohu wa laa tudillanaa ba'dahu birohmatikayaa arhamarroohimiin, wal hamdu lillahi robbil 'aalamiin.

4 dari 5 halaman

Membaca ayat-ayat pendek

5. Membaca ayat-ayat pendek

Tata cara ziarah kubur sesuai sunnah yang kelima adalah membaca ayat ayat pendek. Seperti riwayat al-Marwazi dari Ahmad bin Hanbal, beliau mengatakan: "Bila kalian masuk ke dalam taman makam (kuburan), maka bacalah al-Fatihah, Surat Ikhlash dan al-Muawwidzatain (al-Falaq dan an-Naas). Jadikanlah pahalanya untuk mayit-mayit kuburan tersebut, karena sungguh pahalanya sampai kepada mereka."

6. Jangan duduk atau menginjak bagian atas kuburan

Tata cara ziarah kubur sesuai sunnah yang keenam adalah jangan duduk atau menginjak bagian atas kuburan. "Janganlah kalian sholat (berdoa) kepada kuburan, dan janganlah kalian duduk di atasnya." (HR. Muslim).

5 dari 5 halaman

Jangan melakukan Hal-hal yang berlebihan

7. Jangan melakukan Hal-hal yang berlebihan

Tata cara ziarah kubur sesuai sunnah yang ketujuh adalah jangan melakukan hal-hal yang berlebihan. Salah satu contoh bentuk sikap yang berlebihan dalam konteks kuburan adalah menjadikan makam seperti masjid.

Hadis di atas mengatakan bahwa manusia tidak boleh meminta sesuatu kepada kuburan karena itu adalah perbuatan syirik. Padahal melakukan ritual sholat di kuburan sangat dilarang karena akan mengikis makna ibadah yaitu menyembah hanya pada Allah SWT.

Hal berlebihan lainnya saat ziarah kubur adalah mencium batu nisan atau menangis sambil meratapi makam di depannya. Bersikap berlebihan dalam urusan agama adalah hal yang terlarang, termasuk dalam melaksanakan ritual ziarah kubur ini.

 

Reporter: Heri Setiawan

Lanjutkan Membaca ↓