Uji Cinta Suaminya, Wanita Ini Palsukan Penculikan Putranya Sendiri

Oleh Yulia Lisnawati pada 10 Des 2018, 19:00 WIB
Penculikan Anak

Liputan6.com, Tiongkok - Seorang ibu di Tiongkok diduga memalsukan penculikan putranya, Huang yang berumur 11 tahun hanya untuk menguji apakah suaminya benar-benar peduli dengannya dan anak mereka.

Wanita yang diketahui bernama Chen itu telah mengajukan laporan palsu orang hilang di kota Yueqing, pada Jumat lalu. Dia mengatakan kepada polisi bahwa putranya terakhir terlihat di dekat sekolahnya. Dia juga memberikan deskripsi pakaian yang dikenakan putranya.

Melansir Odditycentral, Selasa (11/12/2018), penculikan tersebut berhasil menarik perhatian publik, karena keluarga akan memberikah hadiah sebesar 72 dolar atau setara dengan lebih dari 1 miliar untuk informasi apa pun tentang keberadaan anak itu.

Lima hari memasuki operasi pencarian, polisi menemukan bukti bahwa Chen telah berbohong sejak awal. Rekaman CCTV dari tempat parkir di dekat lokasi dugaan penculikan menunjukkan ibu berumur 33 tahun itu menyuruh Huang untuk pergi menunggu di mobil lain. Sementara itu, dia pergi untuk mengajukan laporan orang hilang yang palsu.

Setelah melakukan pencarian di mobil yang bocah itu masuk, polisi akhirnya menuju ke sebuah desa dekat Yueqing dan menemukan Huang dalam keadaan baik di rumah kerabat.

Polisi kemudian menahan Chen dengan dakwaan "telah menciptakan dan dengan sengaja menyebarkan informasi palsu."

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

 

2 of 2

Respons Warganet

Demi Uji Cinta Suaminya, Wanita Ini Palsukan Penculikan Putranya
(Foto: odditycentral.com)

Namun, menurut pernyataan resmi polisi dia melakukan penculikan anaknya sendiri karena dia baru saja bertengkar dengan suaminya dan ingin menguji cintanya untuk mereka.

Kasus tersebut tentu tak luput dari perhatian para pengguna jejaring sosial. Banyak dari warganet senang bahwa bocah itu dalam keadaan selamat dan sehat. Namun ada pula warganet yang meminta ibu bocah itu dihukum karena telah menipu seluruh negeri.

"Semua orang senang bahwa anak itu aman, tapi anggota keluarga semacam ini harus ditangani secara serius. Ini tidak hanya membuang waktu dan eneragi setiap orang, tapi secara emosional melelahkan dan membuang sumber daya nasional," kata seorang warganet.

Penculikan memang menjadi masalah yang sangat sensitif di Tiongkok, di mana sekitar 70 ribu anak diculik dan dijual di pasar gelap setiap tahunnya. Sangat sedikit dari mereka yang bisa ditemukan lagi. Tak heran jika memalsukan penculikan anak menjadi alasan bodoh untuk dilakukan.

Lanjutkan Membaca ↓