Penuturan Saksi Mata, Detik-Detik Lion Air JT 610 Berasap Sebelum Jatuh

Oleh Liputan6.com pada 01 Nov 2018, 19:05 WIB
ojek online lihat lion air berasap. ©2018 Merdeka.com/genantan

Liputan6.com, Jakarta - Tiga hari berselang usai kecelakaan Lion Air JT 610, seorang pengemudi ojol menyatakan kesaksiannnya terkait detik-detik jatuhnya pesawat tersebut. Anastasia Lorinda mengaku melihat Lion Air PK-LQP mengeluarkan asap hitam sebelum jatuh di perairan Karawang Senin (29/10/2018) pagi.

Tasya mengatakan, kondisi pesawat Lion Air tersebut terlihat berlubang di sebelah kanan dan berasap tepat di dekat roda. Dirinya melihat pesawat tersebut melintas tepat di dekat kediamannya di kawasan Karawaci, Tangerang.

Kejadian tersebut berawal ketika anak Tasya yang melihat pesawat itu terlebih dahulu melapor kepadanya. "Jadi saya keluar, saya lihat sendiri itu posisi pesawat miring ke kiri, yakin sekali karena di sini ada tulisan Lion, itu terbang ke atas dengan kepala menukik ke atas," kata Tasya yang sengaja datang ke posko JICT II, untuk melaporkan kesaksiannya ke KNKT, Kamis (1/11/2018).

Tasya menyaksikan pesawat itu sekiranya pukul 6.25 WIB pagi. Dia mengaku juga mendengar suara pesawat itu tidak bising, namun agak sedikit cempreng. Untuk bagian badan pesawat terlihat berlubang di sebelah kanan dan berasap tepat di dekat roda.

 

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

2 of 2

Akan ditindaklanjuti

Rita/Liputan6.com
Pesawat Lion Air yang jatuh regitrasi PK-LQP jenis Boieng 737 MAX 8 jatuh di Kawarang. (Humas Lion Air)

Saat itu dirinya tak berpikir pesawat tersebut sedang mengalami hal yang serius. Dia kemudian melakukan aktifitas seperti biasa. Namun betapa terkejutnya dia setelah beberapa saat mebgetahui pesawat tersebut telah mengalami kecelakaan.

"Saya enggak tahu ada kecelakaan atau apa. Pas pulang sekitar pukul setengah 12, saya menyalakan TV dan lihat pesawat yang saya lihat tadi," kata Tasya.

Tasya menduga bahwa pesawat tersebut keluar dari jalur yang semestinya dilewati. Hal ini lantaran jalur pesawat yang dia lihat di televisi tidak melewati kediamannya.

"Kebetulan saya juga mengerti radar GPS itu, karena suami saya pelaut. Kalau saya lihat itu lokasi rumah saya dengan radar itu beda. Titik saya di sini, itu tidak lewat lintasan pesawat,"lanjutnya. 

Tasya menuturkan kesaksiannya ini di posko Basarnas yang disaksikan langsung oleh dua investigator Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Mardjono dan Sigit. Untuk seanjutnya Sigit mengatakan timnya akan menindaklanjuti kesaksian tersebut.

Reporter:

Muhammad Genantan Saputra

Sumber: Merdeka.com

Lanjutkan Membaca ↓