Terungkap, Begini Rupa Tetes Air Mata yang Sebenarnya

Oleh Liputan6dotcom pada 24 Okt 2018, 15:03 WIB
Ilustrasi menangis

Liputan6.com, Jakarta - Kontes fotografi bertema "Dunia Kecil" yang banyak diikuti oleh fotografer di berbagai penjuru dunia telah memperlihatkan keindahan mikroskopis yang luar biasa dari serangga, tanaman, bahkan satu tetes air mata manusia sekalipun.

Kompetisi ini telah menginjak tahun ke-44 yang diikuti oleh 89 negara di seluruh dunia, dan sudah menerima sebanyak 2.500 hasil foto menakjubkan.

Penghargaan pada posisi pertama diberikan kepada Yousef Al Habshi dari Abu Dhabi, Uni Emirat Arab untuk hasil jepretannya yang menakjubkan dengan objek foto mata dari kumbang sagu. Kumbang ini umumnya ditemukan di Filipina dan berukuran sekitar 0,43 inci atau setara dengan 11 mm.

Al Habshi menciptakan foto dengan menggunakan cahaya yang dipantulkan dan menumpuk 128 mikro-grafik sehingga menjadi satu foto.

Ia mengatakan bahwa tantangan utama saat hendak memotret mata kumbang tersebut adalah menampilkan tubuh hitam dengan latar belakang hitam tanpa harus mengekspos bagian kulit dan sisik kumbang. Dia memilih objek foto serangga karena variasi warna dan garis yang ditampilkan oleh mata serangga itu terlihat sama seperti sebuah perhiasan dan sangat menarik untuk dijadikan objek foto.

2 of 4

Hasil foto pemenang kedua dan ketiga

Kontes Foto Spesies Kecil: Ternyata Begini Rupa Tetes Air Mata yang Sebenarnya
Penampakan sporangium pada daun sebagai pemenang kedua. (Sumber foto: Rogelio Moreno/Nikon Small World)

Penghargaan untuk juara kedua diberikan kepada Rogelio Moreno dari Panama. Ia memutuskan untuk memotret sorus fren, merupakan struktur bergerombol dan menghasilkan spora.

Seniman berbakat ini menggunakan sinar ultraviolet untuk menerangi objek fotonya dengan berbagai warna cerah yang menunjukkan tahap kematangan sporangium yang berbeda dalam daun tanaman.

Saulius Gugis dari Naperville, Illinois berhasil mendapatkan penghargaan pada posisi ketiga dengan hasil gambar yang memperlihatkan hama kecil pada daun.

Hasil foto yang luar biasa ini dibuat dengan menggunakan penumpukan fokus dan menunjukkan serangga, dikenal sebagai froghopper untuk melindungi diri dari pemangsa dan fluktuasi suhu saat sedang berada di daun.

Kontes Foto Spesies Kecil: Ternyata Begini Rupa Tetes Air Mata yang Sebenarnya
Penampakan hama pada daun sebagai pemenang ketiga. (Sumber foto: Saulius Gugis/Nikon Small World)
3 of 4

92 foto lainnya juga ikut menghiasi pameran

Kontes Foto Spesies Kecil: Ternyata Begini Rupa Tetes Air Mata yang Sebenarnya
Penampakan wilayah tengah retina mata sebagai pemenang keenam. (Sumber foto: Hanen Khabou/Nikon Small World)

Tidak hanya hasil foto dari ketiga pemenang utama saja yang masuk pameran, terdapat 92 foto lainnya yang juga dimasukkan ke dalam kontes. Pada posisi keenam, Hanen Khabou menangkap gambar berwarna dari fovea centralis, yaitu wilayah tengah retina mata.

Gambar yang ditangkap hampir serupa dengan bentuk kembang api, merupakan pencampuran warna oranye dan ungu membentuk pola melingkar dengan latar belakang hitam.

Tak hanya itu, posisi ketujuh diraih oleh Norm Barker yang memotret setetes air mata manusia. Kompleksitas yang ditampilkan dari gambar menambah keindahan dari foto yang berhasil ditangkap oleh lensa kamera. Ternyata, setetes air mata manusia yang dikeluarkan pun dapat menjadi objek foto yang tak kalah menakjubkan juga.

 

4 of 4

Penghargaan bagi ketiga pemenang

Kontes Foto Spesies Kecil: Ternyata Begini Rupa Tetes Air Mata yang Sebenarnya
Penampakan setetes air mata sebagai pemenang ketujuh. (Sumber foto: Norm Barker/Nikon Small World)

Pemenang pada posisi pertama dapat membawa pulang uang tunai sebesar $ 3.000 atau setara dengan Rp 45,6 juta. Pemenang kedua sebesar $ 2.000 setara dengan Rp 30,4 jutadan pemenang ketiga dengan uang tunai sebesar $ 1.000 atau setara dengan Rp 15,2 juta.

Tidak semua orang menghargai keberadaan spesies-spesies kecil seperti seekor serangga. Melalui photomicrography, kita dapat menemukan dunia baru yang tak kalah indah dengan dunia yang kita tinggali ini dan tentunya belum pernah terlihat secara kasat mata sebelumnya.

Penulis:

Immanuela Harlita Josephine

Lanjutkan Membaca ↓

Live Streaming

Powered by