Pakai Abu Jenazah dalam Adonan Biskuit, Siswi SMA Buat Temannya Histeris

Oleh Sulung Lahitani pada 19 Okt 2018, 15:00 WIB
Pakai Abu Jenazah dalam Adonan Biskuit, Siswi SMA Buat Temannya Histeris

Liputan6.com, Jakarta Di beberapa kepercayaan, abu jenazah sehabis dikremasi adalah benda yang sakral dan dihormati. Abu jenazah tersebut akan dijaga dan disimpan di tempat khusus agar terhindar dari tangan-tangan jahil.

Seorang gadis Sekolah Menengah Atas (SMA) di Davis, California, membuat geger dengan ulahnya. Melansir dari Independent.co.uk, gadis yang tak disebutkan namanya itu iseng membuat biskuit dengan campuran abu jenazah kakeknya.

Sebanyak sembilan orang siswa Da Vinci Charter Academy diketahui telah mengonsumsi biskuit tersebut. Awalnya, tak ada yang menyadari perihal abu yang dicampur ke dalam adonan biskuit tersebut.

"Sebelumnya, ia menyebut tentang abu jenazah kakeknya. Ia bilang kepada saya, ada bahan spesial di dalam biskuit ini," jelas seorang siswa bernama Andy Knox.

Gadis itu kemudian tertawa dan mengaku bahwa biskuit yang ia buat mengandung abu jenazah kakeknya. Mendengar hal tersebut, Andy dan teman-temannya mengaku ketakutan. Ia menjelaskan sensasi makan biskuit bercampur abu itu.

"Kalau kamu pernah makan pasir sewaktu kecil, kamu akan dapat merasakannya berderak di antara gigi. Kira-kira seperti itu," ujar Andy.

 

 

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

2 of 2

Selanjutnya

Abu jenazah atmosfer Bumi
Ilustrasi menaburkan abu jenazah di atmosfer Bumi dengan bantuan balon berbahan latex. (Ascension Flights)

Kasus ini masih dalam penyelidikan kepolisian. Letnan Doroshow dari kepolisian kota Davis mengaku penyidik tak bisa mengidentifikasi hal tersebut sebagai kejahatan.

"Mereka masih remaja. Ini cuma seperti kenakalan anak muda, bukan sesuatu yang serius."

Meski penyidik berusaha menyesuaikan kasus tersebut dengan undang-undang yang tepat, namun mereka tak mendapati undan-undang untuk kenakalan gadis itu. Doroshow pun mengklaim kejadian tersebut tak bisa dikaitkan dengan kasus krimininal. Kepala sekolah Da Vinci Charter Academy turut bersuara atas ulah gadis itu.

"Kejadian ini sangat menantang. Kami telah menanggapi dengan cara paling tepat, terhormat, dan bermartabat," pungkas Tyler.

Reporter: Kurnia Putri Utomo

Sumber: Brilio.net

Lanjutkan Membaca ↓