Agar Tak Diteror Hantu, Para Pria di Kampung Ini Mengecat Kuku Mereka

Oleh Nur Aida Tifani pada 15 Okt 2018, 09:01 WIB
Diperbarui 15 Okt 2018, 09:01 WIB
Hindari Teror Hantu, Pria di Kampung Ini Cat Kuku Mereka
Perbesar
(Foto: Sanook) Hindari teror hantu, para pria di kampung Pu Hong cat kuku mereka.

Liputan6.com, Jakarta Kecelakaan berturut-turut yang terjadi di kampung Pu Hong, wilayahan Kalasin, Thailand sepertinya tak lagi dianggap sebagai insiden yang masuk logika bagi para warga.

Pasalnya setelah terjadi kasus kematian pada lima warga dalam waktu 3 minggu, masyarakat menganggap kejadian tersebut murni karena ulah hantu.

Insiden ini pertama kali terjadi ketika dua pria dari keluarga yang sama meninggal dalam keadaan misterius yang tidak diketahui sebabnya, setelah mengalami pingsan.

Sedangkan korban kelima merupakan seorang gadis muda yang mengalami kecelakaan. Serta dua orang lainnya yang meninggal sengaja tidak diungkap ke media karena kasusnya tidak jelas.

Setelah kematian kelima orang, warga Pu Hong merasa cemas dan yakin kejadian itu bukan hanya sebuah kebetulan saja. "Warga sepertinya tidak percaya hal itu sebagai hal kebetulan dan malah menyalahkan kejadian supernatural di balik kasus kematian itu," ujar wakil walikota, Pongpipat Pukrongtoong dilansir dai Coconuts.

 

Saksikan Video Pilihan di Bawah ini:

Ada dua hantu yang dianggap meneror penduduk

Hindari Teror Hantu, Pria di Kampung Ini Cat Kuku Mereka
Perbesar
(Foto: Sanook) Salah satu rumah warga menuliskan papan 'tidak ada pria tinggal di sini' untuk menjauhi hantu.

Seorang tetua desa, Bussadee Malasee termasuk di antara para warga lainnya yang percaya bahwa kematian di kampung mereka disebabkan ulah hantu. Bussadee yakin insiden itu merupakan ulah dua hantu.

Hantu pertama merupakan roh seorang janda dan kedua merupakan hantu yang mereka sebut pop.

"Roh janda itu ingin mengambil nyawa manusia terutama pria. Sedangkan hantu pop merasuki tubuh orang tua dan orang lemah lalu memakan mereka dari dalam," tuturnya kepada awak media.

Untuk mengatasi hal itu, akhirnya warga melakukan sesuatu agar menyelamatkan hidup mereka. Pop merupakan hantu yang tak terhitung bisa dihindari jadi mereka memilih untuk mengusir roh janda dengan cara-cara tak terduga.

Ada yang menggantukan papan bertuliskan 'Tidak ada pria yang tinggal disini'. Dan ada pula pria yang mengoleskan cat kuku untuk menyamarkan diri mereka dari teror sang hantu.

Di samping itu, tak sedikit warga Pu Hong melarikan diri ke kuil terdekat akan dilindungi dari teror hantu. Agar tak menjadi korban hantu, para warga juga sampai tak berani keluar malam agar nyawa mereka selamat.

 

Lanjutkan Membaca ↓