Menyesal Ganti Kelamin, Remaja Ini Ingin Kembali Jadi Pria

Oleh Nur Aida Tifani pada 15 Agu 2018, 16:03 WIB
Diperbarui 17 Agu 2018, 15:13 WIB
Ganti Kelamin, 2 Tahun Kemudian Pemuda Ini Menyesal

Liputan6.com, Jakarta - Nama Patrick Mitchell, menjadi viral pada September 2017. Di usia yang menginjak remaja, pemuda itu menyesal karena mengubah kelaminnya menjadi perempuan.

Sebelum memutuskan pilihan itu, Patrick mulanya merasa tidak nyaman dan mempertanyakan identitas dirinya. Setelah mengetahui jawabannya, Patrick ternyata ingin lebih dikenali sebagai perempuan daripada laki-laki.

"Kamu sangat ingin mengubah apapun dan ketika melihat anak perempuan kamu benar-benar menginginkan untuk menjadi sepertinya," kata Patrick, dilansir dari Playground Plus.

Karena ingin menjadi perempuan, Patrick kemudian berbicara dengan ibunya dan mendapatkan penanganan medis secara profesional untuk mengubahnya menjadi seorang gadis remaja.

Sayangnya, keinginan itu tak berlangsung lama. Hanya butuh dua tahun, sampai kemudian Patrick menyesali pilihannya.

 

* Update Terkini Asian Games 2018 Mulai dari Jadwal Pertandingan, Perolehan Medali hingga Informasi Terbaru dari Arena Pesta Olahraga Terbesar Asia di Sini.

Saksikan Video Pilihan di Bawah ini:

2 of 2

Disforia gender

Ganti Kelamin, 2 Tahun Kemudian Pemuda Ini Menyesal
(Foto: allthatsinteresting.com)

Untuk menjadi perempuan, Patrick sampai disuntik hormon oestrogen. Ia mulai memanjangkan rambut dan payudara yang mulai tumbuh. Saat memasuki tahun pertama sekolah, beberapa gurunya sudah menyebutnya dengan sebutan perempuan.

Walaupun kelihatannya lancar, ternyata dalam diri Patrick muncul pertanyaan kembali, Apakah menjadi perempuan benar menjadi keinginannya. Ia kerap memikirkan kembali perjalanan seperti apa yang ingin ia dapatkan dalam masa remajanya.

Setelah itu, Patrick meminta ibunya untuk mengembalikan dirinya menjadi seorang laki-laki.

"Dia melihat kearahku dan mengatakan 'Aku tidak yakin bahwa diriku sebenarnya adalah perempuan," kata ibu Patrick menjelaskan kebingungan anaknya itu.

Karena masalah itu, kini Patrick berhenti melakukan proses apapun yang mengubahnya tubuhnya menjadi seorang perempuan. Ia menghentikan terapi hormon dan melakukan operasi untuk pengangkatan lemak payudara.

Di sisi lain dokter mengatakan bahwa diri patrick mengalami kelainan jiwa yang disebut disforia gender. Kondisi yang membuat orang mengalami ketidaknyamanan dan rasa tertekan karena ketidakcocokan antara jenis kelamin biologis dan identitas gender.

Lanjutkan Membaca ↓