Lupa Resleting Celana, Organ Intim Bocah Tersangkut di Eskalator

Oleh Nur Aida Tifani pada 21 Jun 2018, 08:01 WIB
Ilustrasi eskalator

Liputan6.com, Tiongkok - Peristiwa yang dialami balita ini tampaknya bisa menjadi pembelajaran bagi orangtua lainnya tentang bahaya memakai celana terbuka. Di Tiongkok, celana yang terbuka di bagian selangkangan kerap digandrungi oleh para orangtua.

Dengan celana terbuka, mereka tak repot untuk membuka celana ketika sang balita ingin buang air. Meski begitu, risiko bahaya yang lebih parah bisa saja terjadi, seperti kasus satu ini.

Seorang bocah laki-laki berusia satu tahun mengalami insiden tragis yang membuatnya trauma. Akibat insiden tersebut, balita bernama Kunkun itu terlepas dari gengaman sang kakek ketika berlari menuju eskalator di pusat perbelanjaan Wuhan, Provinsi Hubei.

Nahasnya, bocah malang itu tersandung dan membuat bagian penisnya tersangkut di antara celah-celah sisir pijakan eskalator. Sang kakek bersama pengujung mall lainnya langsung menekan tombol darurat untuk menghentikan eskalator dan meminta bantuan.

2 of 3

Bisa diselamatkan dengan cepat

Pakai Celana Terbuka, Organ Intim Balita Tersangkut di Eskalator
(Foto: Nextshark)

Ketika dilarikan ke rumah sakit. Kunkun segeran masuk ke Unit Gawat Darurat untuk melakukan pembedahan.

Beruntungnya, kecelakaan itu bisa ditangani tepat waktu. Sehingga luka yang ditimbulkan tak akan mengancam organ reproduksinya di kemudian hari.

Namun, mengenakan celana terbuka merupakan tindakan berisiko bagi balita.

"Celana selangkangan yang terbuka dapat menyebabkan kurangnya perlindungan dan menghadapkan anak-anak pada cedera," kata Dr. Wang Jun, dikutip dari Sina News.

Masalahnya Wang bukan pertama kali menangani kasus anak-anak yang mengalami hal serupa, seperti Kunkun. Wang mengaku bahwa celana tersebut menyebabkan trauma genital

3 of 3

Bahaya dari celana terbuka di selangkangan

Pakai Celana Terbuka, Organ Intim Balita Tersangkut di Eskalator
(Foto: China Smack)

Sehingga ia mendesak kepada para orangtua untuk mengawasi anak-anak mereka dan menyarankan untuk tidak menggunakan celana tersebut.

"Popok sekali pakai atau celana panjang yang mudah digunakan, bisa menjadi pengganti celana selangkangan terbuka," katanya.

Kerugian lain yang biasa dihadapkan anak-anak ketika mengenakan celan semacam itu yakni, mudah mengalami infeksi, kurangnya privasi sampai dengan rentan mengundang para predator pelecehan seksual.

Saksikan Video Pilihan di Bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓