Matahari Bersinar 24 Jam, Begini Cara Warga Midnight Sun Berpuasa

Oleh Liputan6.com pada 27 Mei 2018, 14:00 WIB
Matahari Bersinar 24 Jam, Bagaimana Cara Berpuasa di Daerah Midnight Sun?

Liputan6.com, Jakarta - Karena adanya perbedaan condong permukaan bumi, setiap tempat pasti memiliki rentang waktu siang dan malam yang berbeda. Karena itulah setiap umat muslim di dunia akan berpuasa dengan jangka waktu berbeda pula.

Berbeda dengan beberapa negara kutub lainnya yang masih memiliki kapasitas waktu malam, midnight sun yang merupakan bagian dari lingkaran arktik, tidak punya waktu malam saat musim panas. Hingga pertengahan Agustus, matahari terus bersinar dan tidak pernah redup.

Lalu, bagaimana cara berpuasa jika dalam satu hari matahari bersinar selama 24 jam penuh?

2 of 3

Pendapat Wakil Ketua Pusat Islam Kanada

Meskipun jumlah umat muslim di tempat tersebut sangat sedikit, hal tersebut bukan berarti mereka lalai untuk beribadah. Dilansir dari Theatlantic.com, Muhammad Asif Mirza selaku wakil ketua pusat Islam di Yellowknife, Kanada, menjelaskan bahwa umat muslim di sana tidak perlu berpuasa secara terus-menerus tanpa henti.

Ada dua pilihan untuk menghadapi fenomena alam ini. Pertama, yakni mengikuti waktu matahari terbit dan terbenam dari kota besar terdekat. Sedangkan yang kedua adalah mengikuti waktu puasa di Mekah, Arab Saudi.

3 of 3

Mirza Mengikuti Waktu Puasa dengan Kota Terdekat

Mirza bersama keluarga yang bertempat tinggal di midnight sun, saat berpuasa selalu mengikuti waktu matahari terbit dan terbenam di Edmonton, ibu kota Provinsi Alberta, Kanada. Di kota itu, umat muslim berpuasa selama 19 jam 15 menit, lebih lama dari jangka waktu puasa di Mekah, yakni 14 jam.

Penulis:

Latif Munawar

Reporter Sahabat Liputan6.com

Jadilah bagian dari Komunitas Sahabat Liputan6.com dengan berbagi informasi & berita terkini melalui e-mail: SahabatLiputan6@gmail.com serta follow official Instagram @sahabatliputan6 untuk update informasi kegiatan-kegiatan offline kami.

Lanjutkan Membaca ↓