Dicemooh Cuma Monyet yang Jadi Pembeli, Ini yang Dilakukan Pemilik Toko

Oleh Sulung Lahitani pada 21 Mei 2018, 15:00 WIB
Diperbarui 23 Mei 2018, 14:13 WIB
Dicemooh Cuma Monyet yang Jadi Pembeli, Ini yang Dilakukan Pemilik Toko

Liputan6.com, Jakarta Sering kali saat memulai bisnis, ada orang-orang yang meremehkan pilihan yang Anda ambil. Namun, apabila Anda memiliki tekad yang kuat, bukan tidak mungkin Anda bisa membalikkan perkataan orang-orang yang meremehkan Anda.

Seperti kisah berikut ini. Saat Hamidah Abdul (56) memutuskan membuka toko kelontongnya di tengah kebun karet lima tahun lalu, banyak yang mencibirnya. Lokasi yang diambil Hamidah dianggap tidak strategis.

"Beberapa orang mencibir kalau pelangganku nanti palingan hanya monyet. Tapi cibiran itu aku anggap sebagai penyemangat," ujar Hamidah.

Bermodalkan 5.000 ringgit atau setara Rp 17,8 juta, ia bersama saudara sepupunya memutuskan terjun ke bisnis ritel. Lokasi yang mereka pilih memang sedikit tak lazim karena terletak di tengah perkebunan karet, di Jalan Tun Razak-Tehel, Jasin, Malaka, Malaysia.

Meski memiliki tekad kuat, Hamidah sempat merasa bimbang. Ia juga mempunyai kekhawatiran bisnisnya tak akan berlangsung lama. Namun, ia dan sepupunya tak henti berusaha menemukan strategi yang tepat untuk kondisi toko yang berdiri di tengah perkebunan.

 

2 of 2

Selanjutnya

Sukses Berbisnis di Usia Muda Telah Jadi Gaya Hidup, Apa Saja Kiatnya?
(Ilustrasi: Via Shutterstock).

Ia kemudian membuat strategi jitu. Toko Hamidah menerapkan strategi pesan-antar dengan layanan ongkos kirim gratis. Siapa sangka, ini terbukti efektif dan kebutuhan serta permintaan pelanggan bisa cepat terpenuhi.

"Meski tidak dikunjungi setiap waktu, pelanggan yang butuh barang cukup memesan lewat WhatsApp. Bahkan ada yang masih pakai cara menulis surat lewat tukang pos," tutur dia, seperti dikutip dari Harian Metro.

Setelah pesanan diterima, barang akan langsung dikirim ke pelanggan tanpa ongkos kirim. Ia juga tak membatasi area pengiriman. Beberapa lokasi pengiriman bahkan lebih jauh dari tokonya.

Perempuan itu kini bisa bernapas lega. Meski tokonya berada di tengah areal perkebunan, ia telah memiliki 150 pelanggan tetap tiap bulan.

Reporter: Sugiono

Sumber: Dream.co.id

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓