Dianggap Menjijikkan, 8 Kebiasaan Jorok Ini Ternyata Menyehatkan

Oleh Nur Aida Tifani pada pada 16 Mei 2018, 20:00 WIB
[Bintang] Ilustrasi Bau

Liputan6.com, Jakarta - Pernah mengupil dan sendawa? Mungkin jika kita sendiri yang melakukannya, tak terasa jorok. Tapi jika orang lain yang melihat hal tersebut justru menimbulkan rasa jijik dan tidak nyaman.

Tak jarang kebiasaan jorok yang kita lakukan juga dianggap tak sopan karena mengganggu orang lain. Di samping itu, walaupun sering dipandang sebelah mata dan menjijikkan, sejumlah kebiasaan jorok ini ternyata bagus untuk kesehatan.

Dilansir dari Bright side, ini dia kebiasaan yang kita anggap jorok tapi menyehatkan tubuh.

1. Buang air kecil sambil mandi

[Bintang] Ilustrasi Mandi
Mandi dengan air dingin bisa mendatangkan segudang manfaat. Nomor 3 sih idaman para cewek banget! (Sumber Foto: Reader's Digest)

Walaupun malu-malu mengakuinya, bisa dibilang tak sedikit orang pasti melakukan hal ini ketika mereka mandi atau sedang shower. Menurut penelitian yang dikutip oleh Today, 75 persen orang pernah buang air kecil sambil mandi atau shower.

Malahan kandungan asam urat dan amonia dalam urin dapat mencegah infeksi jamur pada jari-jari kaki kita. Selain itu, buang air kecil sambil mandi juga bisa jadi cara menghemat uang dan air.

1 of 8

2. Meludah

Dampak Buruk dari Kebiasaan Meludah Sembarangan (SasaStock/Shutterstock)
Dampak Buruk dari Kebiasaan Meludah Sembarangan (SasaStock/Shutterstock)

Mengeluarkan air liur di tempat umum tentunya terlihat menjijikkan dan mengganggu pemandangan. Namun, meludah dianggap dapat membantu pernapasan menjadi lebih mudah ketika melakukan olahraga.

Ketika kita berolahraga, kita cenderung untuk bernapas melalui mulut. bukan jadi hal aneh jika kita memproduksi lebih banyak air liur. Jumlah yang banyak dari air liur terbilang mengganggu pernapasan.

Jadi bukan hal yang aneh jika kamu membuang lendir secara berlebihan ketika olahraga ataupun sakit.

2 of 8

3. Mengunyah Permen Karet

Tak Sengaja Menelan Permen Karet, Bahayakah?
Tak Sengaja Menelan Permen Karet, Bahayakah?

Ketika kita mengunyah permen karet, benda itu akan kita kunyah dalam waktu yang lama di dalam mulut. Bunyi mengunyah permen karet terkadang juga dianggap dapat mengganggu.

Kendati demikian, permen karet yang terus-terusan kita kunyah sudah teruji secara ilmiah dapat memberikan fokus, menajamkan memori, menghilangkan stres, serta menyeimbangkan hormon kortistol.

3 of 8

4. Kentut

Trik agar Kentut Tak Terlalu Bau (Graphbottles/Shutterstock)
Trik agar Kentut Tak Terlalu Bau (Graphbottles/Shutterstock)

Buang angin atau kentut memang kerap dianggap jorok. Padahal tubuh kita memang perlu mengeluarkan angin sebanyak 14 kali dalam sehari dan 3-5 kali ketika tidur. Hal ini dikarenakan saluran pencernaan mulai memproduksi karbon dioksida dan metana selama enam jam setelah makan.

Kentut dianggap penting untuk melepaskan dua zat tersebut dalam tubuh. Jika sampai ditahan, risiko yang dapat terjadi yakni memicu timbulnya rasa begah dan nyeri pada bagian abodemen.

4 of 8

5. Sendawa

Ketahui Sebab Bersendawa
Ketahui Sebab Bersendawa

Sama seperti kentut, sendawa penting dilakukan ketika sudah makan. Sendawa dianggap dapat mengeluarkan udara yang tersimpan dalam perut. Kalau sampai ditahan, hal ini bisa memicu asam lambung ke tenggorokan. Alhasil timbul nyeri dada dan perasaan yang tak nyaman.

Tapi jika kamu terlalu sering sendawa, bisa jadi hal itu merupakan pertanda penyakit refluks asam.

5 of 8

6. Menggigit Kuku

Bahaya di Balik Kebiasaan Menggigit Kuku
Bahaya di Balik Kebiasaan Menggigit Kuku

Menggigit kuku menjadi salah satu kebiasaan yang buruk dan jorok. Biasanya hal ini dilakukan oleh anak-anak.

Meski dianggap buruk dna menjijikkan, menggigit kuku ternyata dianggap mendorong sistem imun tubuh yang kuat. Hal ini dapat terjadi karena bakteri yang dapat masuk membuat tubuh harus memproduksi lebih banyak sel darah putih untuk melawannya.

Selain menggigit kuku, mengisap jempol pada anak juga dianggap punya risiko kecil untuk menderita alergi.

6 of 8

7. Memakan Upil

Mengorek hidung atau ngupil (istock)
Ilustrasi mengorek hidung atau mengupil (iStockphoto)

Mengorek hidung lalu memakan kotoran di dalamnya, terdengar menjijikkan ketika dibayangkan. Namun menurut beberapa penelitian, kebiasaan jorok ini dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Ingus dan kotoran yang dimakan mengandung mucina saliva yang dianggap dapat melawan bakteri dalam rongga mulut.

Selain itu, produksi sel darah putih juga akan semakin banyak sehingga tubuh bisa kebal terhadap bakteri yang menyebabkan penyakit.

7 of 8

8. Jarang Mandi

Bolehkah Mandi Air Dingin Saat Demam? (beeboys/Shutterstock)
Bolehkah Mandi Air Dingin Saat Demam? (beeboys/Shutterstock)

Bagi sebagian besar orang, mandi merupakan hal yang penting karena membersihkan kotoran pada tubuh dan menghilangkan bau. Di samping itu, kebanyakan mandi dalam setiap harinya bukan jadi hal baik, apalagi jika menggunakan air panas.

Minyak alami yang diproduksi dalam rambut dan kulit diperlukan untuk membuat kulit terhidrasi dan terlindungi. Kalau kamu sering menggosoknya dan membersihkannya dengan air panas, kandungan minyak akan sering dihancurkan dan mengganggu kesehatan kulit.

Saksikan Video Pilihan di Bawah ini:

 

 

Lanjutkan Membaca ↓