Harus Diperhatikan, Ini 4 Penyebab Pendaki Bisa Meninggal di Gunung

Oleh Liputan6.com pada 12 Apr 2018, 08:00 WIB
Diperbarui 25 Sep 2019, 18:29 WIB
Wajib Dihindari, 4 Alasan Pendaki Bisa Meninggal di Gunung

Liputan6.com, Jakarta Mendaki gunung menjadi kegiatan yang digandrungi oleh masyarakat khususnya anak muda. mereka berbondong-bondong merayakan tahun baru, menghabiskan libur panjang serta merayakan hari kemerdekaan Republik Indonesia di puncak gunung yang tersebar di sebagian besar wilayah Indonesia.

Selain itu, manyaksikan matahari terbit dan terbenam, menikmati turunnya kabut lembut di lembah-lembah gunung dan menghela nafas di atas gunung menjadi alasan kenapa mendaki gunung adalah kegiatan favorit untuk menghilangkan stres.

2 of 4

Hindari Sifat Egois

Hindari Sifat Egois
Orang egois biasanya tidak peduli dengan lingkungan sekitar saat mendaki gunung (Sumber foto: alatmendaki.com)

Sejatinya mendaki gunung adalah olahraga yang bisa membahayakan nyawa. Sayangnya, kebanyakan pendaki sering mengabaikan risiko yang mungkin terjadi saat mendaki gunung, sehingga sering terjadi kecelakaan bahkan menyebabkan korban jiwa. Berikut enam sebab kenapa banyak pendaki yang menjadi korban saat melakukan pendakian.

1. Merasa Kuat dan Sok Jagoan

Setiap orang memiliki sifat yang berbeda, sebagian besar para pendaki akan mengetahui sifat asli temannya saat melakukan pendakian. Sifat egois dan merasa jagoan ini biasanya menjadi faktor utama penyebab jatuhnya korban jiwa, orang egois tidak pernah memperdulikan lingkungan sekitar meskipun hal itu bisa membahayakan dirinya sendiri.

3 of 4

2. Buruknya manajemen logistik

Manajemen logistik sangat penting saat melakukan pendakian. Kita harus mempersiapkan dengan matang, jumlah barang serta makanan yang akan kita bawa. Buruknya manajemen logistik bisa mengakibatkan kelaparan yang menyebabkan kematian.

3. Mendaki dengan Jumlah Rombongan yang Banyak

Saat melakukan pendakian dengan jumlah orang yang banyak, seringkali muncul konflik internal. Keinginan anggota yang beraneka ragam dan sikap intoleransi adalah salah satu alasan kenapa mendaki dalam rombongan besar lebih membahayakan.

4 of 4

4. Menganggap Hipotermia adalah Kerasukan Setan

Pada umumnya, korban hipotermia akan mengalami halusinasi dan kehilangan kesadaran, sehingga korban akan berbicara ngelantur. Sebagaimana orang yang kerasukan, korban sulit sekali berkomunikasi dengan baik. Sebelum melakukan pendakian, sebaiknya kita membekali diri dengan pengetahuan tentang penyakit hipotermia dan cara pencegahannya.

 

Penulis:

Latif Munawar

Reporter Sahabat Liputan6.com

Jadilah bagian dari Komunitas Sahabat Liputan6.com dengan berbagi informasi & berita terkini melalui e-mail: SahabatLiputan6@gmail.com serta follow official Instagram @sahabatliputan6 untuk update informasi kegiatan-kegiatan offline kami.

Lanjutkan Membaca ↓