4 Sosok Inspiratif Berbagi Kisah di Inspirato ke-23

Oleh Liputan6.com pada 05 Apr 2018, 10:45 WIB
4 Sosok Inspiratif  Berbagi Kisah di Inspirato ke 23

Liputan6.com, Jakarta Acara Media Campus Gathering dan Inspirato kembali diselenggarakan pada selasa, 3 April 2018, bertempat di lantai 8 SCTV Tower, Senayan, Jakarta Pusat. Kali ini, Inspirato menghadirkan 4 sosok inspiratif yang berbagi kisah tentang perjalanan hidup dan pengalaman mereka masing-masing.

Salah satu pembicara yang mencuri perhatian peserta adalah saat direktur utama PT. Kereta Api Indonesia yaitu Edi Sukmoro, menceritakan tentang transformasi dan inovasi-inovasi yang sedang dilakukan PT. KAI. Mulai dari Fasilitas, peningkatan pelayanan, trobosan baru seperti rail clinic dan rail library, perencanaan pembangunan rumah disekitar stasiun sampai inovasi terbaru yaitu kereta sleeper.

Karyawan Jepang Merasa Bersalah Ambil Cuti Panjang
2 of 3

Peran Pemimpin Berpengaruh Besar Terhadap Kemajuan Perusahaan

Peran Pemimpin Berpengaruh Besar Terhadap Kemajuan Perusahaan
Suasana Inspirato ke 23 saat sesi tanya jawab dengan peserta (Sumber foto: Ghina Khanifa)

Lain halnya dengan Handaka Santosa, sebagai CEO SOGO Ia tidak hanya memberikan kenyamanan. Keterlibatannya dalam perencanaan, pembangunan dan pengembangan Senayan City telah menunjukkan sosok Handaka sebagai salah seorang tokoh ternama di bidang properti di Indonesia.

Selain itu, Cawagub Sumatera Utara yaitu Sihar Sitorus menceritakan kisah dan pengalaman hidupnya mulai dari pendidikan, karirnya sebagai seorang wirausaha hingga terjun ke dunia politik. Cawagub Sumatera Utara ini memberikan pesan kepada peserta agar tidak melupakan sejarah. “Untuk generasi millenial harus ingat sejarah, karena kalian akan melihat suatu proses. Kita Pelajari prosesnya dan berikan yang terbaik,” ungkapnya.

3 of 3

Salman Subakat Percaya Diri Berkompetisi dengan Merek Luar Negeri

Sosok inspiratif yang terakhir ada Salman Subakat yang merupakan CMO Wardah. Sebagai marketer di industri kosmetik, memang menggeluti dan fokus ke target market yang spesifik membidik perempuan yang peduli kosmetik halal bukanlah pekerjaan mudah. Meski demikian, dia percaya bahwa kondisi tersebut justru menjadikan produknya dipandang unik di tengah riuhnya persaingan pasar kosmetik.

You’ll never know what will happen , if you have great ideas and surrounded by good people, just take action!,” tutup Salman.

 

Penulis:

Ghina Kamilia Nadhifah

Universitas Budi Luhur

Jadilah bagian dari Komunitas Campus CJ Liputan6.com dengan berbagi informasi & berita terkini melalui e-mail: campuscj6@gmail.com serta follow official Instagram @campuscj6 untuk update informasi kegiatan-kegiatan offline kami.

Lanjutkan Membaca ↓