Masih Kontroversi, Wanita Temui Ajal Setelah Terapi Sengat Lebah

Oleh Liputan6.com pada 24 Mar 2018, 10:30 WIB
Diperbarui 26 Mar 2018, 10:13 WIB
Ilustrasi terapi sengat lebah

Liputan6.com, Jakarta Terapi atau akupuntur sengat lebah merupakan salah satu pengobatan alternatif yang cukup diminati di Indonesia dan di negara-negara Asia lainnya. Namun, Anda harus waspada dan ekstra hati-hati jika tidak mau bernasib sama dengan wanita ini.

Wanita 55 tahun asal Spanyol meninggal dunia setelah menjalani terapi sengat lebah karena ternyata dia alergi, demikian dikutip dari laman Science Alert, 19 Maret 2018. Bagi yang alergi, sengat lebah menjadi hal yang sangat berbahaya.

Kasus wanita 55 tahun itu kemudian dipelajari oleh peneliti Paula Vazquez-Revuelta dan Ricardo Madrigal-Burgaleta dari Ramon y Cajal University Hospital di Spanyol. Studi ini diharapkan menjadi peringatan kepada orang-orang yang ingin mencoba pengobatan ini.

Dalam paper, kedua peneliti menjelaskan kronologi bahwa wanita itu mengikuti sesi akupuntur sengat lebah ini (disebut juga apitherapy) sebulan sekali, selama dua tahun.

"Dia memutuskan menjalani apitherapy untuk mengatasi masalah di ototnya dan mengurangi stres. Wanita itu tidak punya riwayat penyakit lain, faktor risiko, ataupun reaksi alergi," demikian tertulis dalam paper mereka.

Dalam sebuah sesi apitherapy, wanita itu kemudian menderita mengi atau sesak napas, dispnea, dan tiba-tiba kehilangan kesadaran.

2 of 2

Mengapa Baru Alergi Sekarang?

Lebah
Lebah

Kasus ini menjadi menarik karena wanita tersebut tidak menunjukkan reaksi alergi pada sesi sengat lebah sebelumnya. Lalu, mengapa baru muncul setelah beberapa kali terapi dan fatal?

Dalam paper itu disebutkan bahwa paparan berulang alergen--dalam kasus ini racun lebah--meningkatkan risiko yang makin hari kian tinggi. Lebih tinggi dari perkiraan pada populasi normal.

Wanita itu kemudian dilarikan ke rumah sakit dan diberi pengobatan untuk menghentikan reaksi tubuhnya terhadap racun lebah. Sayang, nyawa pasien itu tidak terselamatkan.

Wanita itu meninggal dunia karena kegagalan organ setelah dirawat beberapa pekan kemudian.

Kasus ini menjadi perhatian agar orang-orang semakin waspada dan berhati-hati menjalani terapi sengat lebah.

Vazquez-Revuelta dan Madrigal-Burgaleta menyimpulkan dalam paper mereka bahwa praktik pengobatan sengat lebah itu tidak aman dan tidak disarankan. Paper mereka sudah dipublikasikan di Journal of Investigational Allergology and Clinical Immunology.

Sumber: Feed.Merdeka.com

Lanjutkan Membaca ↓