Dokter Lebih Baik Telanjang Saat Operasi Pasien, Kenapa?

Oleh Yulia Lisnawati pada 20 Jul 2017, 16:35 WIB
Diperbarui 20 Jul 2017, 16:35 WIB
Bugil
Perbesar
Ahli bedah yang melakukan operasi pada pasien lebih baik bugil atau telanjang sehingga bisa mengurangi penyebaran kuman selama operasi.

Liputan6.com, Jakarta - Di dunia pembedahan, penyebaran kuman atau bakteri penyebab penyakit menjadi musuh terbesar bagi para medis. Ketika dokter melakukan pembedahan pada seseorang, mereka perlu memotong kulit dan lapisan tubuh lainnya untuk mendapatkan akses ke organ yang perlu mereka obati.

Bila ada luka atau pembukaan pada kulit, bakteri akan lebih mudah untuk mengakses organ dalam sehingga menyebabkan masalah kesehatan yang serius. Namun, sebuah studi mengatakan bahwa ahli bedah yang melakukan operasi pada pasien lebih baik bugil atau telanjang sehingga bisa mengurangi penyebaran kuman selama operasi. *

Seperti diberitakan Elitereaders, Kamis (20/7/2017), studi yang dilakukan University of Washington di Amerika Serikat, mengungkapkan bahwa sekelompok dokter telah menemukan bahwa ahli bedah yang bugil bisa melepas bakteri secara signifikan daripada ketika mereka mengenakan scrub atau pakaian operasi.

Para dokter menambahkan, meski scrub dalam kondisi steril, tapi masih bisa menyebabkan penyerangan patogen di dalam ruangan operasi. Sebab, ruang operasi memiliki unit pendingin ruangan, sehingga memungkinkan mudahnya kuman menyebar.

Penelitian tersebut dilakukan dengan harapan menemukan solusi untuk berjuang mencegah infeksi dan penyebaran kuman di rumah sakit, khususnya di ruang operasi.

Infeksi atau sepsis adalah salah satu komplikasi prosedur bedah yang paling umum. Ini adalah kondisi yang mengancam jiwa, dan jika tidak ditangani dengan benar bisa menyebabkan hilangnya nyawa pasien. *

(ul)

 

**Ingin berbagi informasi dari dan untuk kita di Citizen6? Caranya bisa dibaca di sini.

**Ingin berdiskusi tentang topik-topik menarik lainnya, yuk berbagi di Forum Liputan6.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya