Lebih Kejam dari Pembunuhan, Potret Korban Penyiraman Asam

Oleh Sulung Lahitani pada 06 Jul 2017, 09:00 WIB
Diperbarui 06 Jul 2017, 09:00 WIB
Lebih Kejam dari Pembunuhan, Potret Korban Penyiraman Asam
Perbesar
Doc: Nguyen Vuphuoc

Liputan6.com, Jakarta - Menyelesaikan konflik dengan asam lebih kejam daripada pembunuhan. Kekuatan asam adalah menghancurkan estetika dan kesehatan dengan cara yang sangat mengerikan.

Seorang wanita yang menghadapi serangan asam tak akan pernah menikah. Bila telah menikah, keluarganya akan berantakan dan berpisah dan wanita itu tak akan berani berkenalan dengan pria lain.

Ia harus hidup dalam ketakutan sepanjang sisa hidupnya. Banyak korban harus menderita cacat seumur hidup. Hidup dalam kesakitan, merasakan luka yang tak terobati karena kerabat menjauh dari mereka. Mati jauh lebih baik daripada hidup penuh penghinaan.

Di Vietnam, jenis kejahatan ini sering terjadi. Bagaimana pun, tindakan serangan asam terhadap orang lain harus ditangani sebagai kejahatan yang menyebabkan luka atau membahayakan orang lain.

Kejahatan yang dilakukan amatlah kejam, tapi hukumannya terlalu ringan dibanding konsekuensi yang harus ditanggung korban. Bagaimana pun, artikel yang dilansir dari Bored Panda ini tak memiliki kekuatan untuk mencegah kejahatan yang sama terjadi.

Wanita dalam koleksi foto-foto di bawah ini adalah salah satu korban yang menderita serangan asam saat masih muda. Konsekuensi yang harus ia tanggung seumur hidup adalah hidup dalam kemiskinan, penderitaan yang ekstrem, serta kehilangan masa depannya.

Foto-foto yang diambil oleh Nguyen Vuphuoc menunjukkan hari-hari yang harus dihabiskan oleh wanita tanpa nama ini sejak menjadi korban penyiraman asam. Kini, dia harus mengemis untuk makanan setiap hari di kuil dan pagoda hingga akhir hidupnya.

**Ingin berbagi informasi dari dan untuk kita di Citizen6? Caranya bisa dibaca di sini

**Ingin berdiskusi tentang topik-topik menarik lainnya, yuk berbagi di Forum Liputan6