7 Kota Besar di Dunia yang Dipenuhi Gelandangan, Jakarta?

Oleh Sulung Lahitani pada 07 Mei 2017, 15:10 WIB
Diperbarui 07 Mei 2017, 15:10 WIB
7 Kota Besar di Dunia yang Dipenuhi Gelangandan, Jakarta?
Perbesar
Menurut Komisi PBB yang menangani Hak Asasi Manusia, ada sekitar 100 juta orang kehilangan tempat tinggal di seluruh dunia.

Liputan6.com, Jakarta Pernahkah Anda membayangkan kota-kota besar yang menjadi tujuan traveling favorit para traveler dari seluruh penjuru dunia tidak lepas dari masalah gelandangan? Seberapa pun majunya suatu negara ternyata belum menjamin semua warganya hidup enak. Bahkan kota-kota maju seperti Los Angeles, New York, dan Moskow masuk ke dalam jajaran 5 besar kota paling banyak gelandangannya. Wow, tentu hal ini menjadi sangat mengagetkan.

Menurut Komisi Perserikatan Bangsa-Bangsa yang menangani Hak Asasi Manusia, ada sekitar 100 juta orang kehilangan tempat tinggal di seluruh dunia. Tentu ini adalah statistik yang mengejutkan mengingat sebagian besar kota yang masuk dalam daftar kota dengan jumlah gelandangan paling ekstrim di dunia ini adalah kota-kota besar yang terkenal sangat makmur. Berikut daftar kota-kota di dunia dengan populasi gelandangan terbesar.

1. Manila, Filipina

Menurut data dari Tunawisma Internasional, ada sekitar 22,8 juta gelandangan yang tinggal di daerah kumuh. Dan menurut sebuah laporan pemerintah Filipina, di negaranya terdapat 1,2 juta gelandangan yang tersebar diseluruh bagian negara itu. Para gelandangan ini mayoritas terdiri dari anak-anak yang hidup mengemis dan menjajakan dagangan di perempatan jalan. Dari data tersebut ada lebih dari 70.000 tunawisma berasal dari Metro Manila saja.

Sebenarnya tidak semua gelandangan di Filipina ini disebabkan karena kemiskinan namun ada hal lain yang menjadi faktor penyebab banyaknya warga yang kehilangan tempat tinggal. Misalnya saja bencana alam yang sering terjadi di negara itu juga berkontribusi besar terhadap meningkatnya jumlah tunawisma di sana.

2. New York, Amerika Serikat

Berdasarkan data yang diambil pada tahun 2013, jumlah gelandangan yang setiap malam tidur di tempat penampungan yang berada di kota New York sudah lebih dari 60 ribu orang. Dari sekian itu 22 ribu di antaranya adalah anak-anak. Krisis tunawisma di kota itu ditengarai akibat kurangnya inisiatif bantuan perumahan yang disediakan pemerintah daerah kepada keluarga yang kurang mampu.

Fakta ini cukup mencengangkan jika dilihat bagaimana majunya kota itu bahkan kota ini menjadi panutan kota-kota lain di dunia hingga diberi gelar sebagai Ibu Kota Dunia atau Kota yang Tak Pernah Tidur. Gelandangan yang single menduduki jumlah tertinggi di New York dibanding yang sudah berkeluarga. Mereka dapat ditemui di tangga-tangga subway, hingga di dalam gerbong kereta api. Pernah melihat mereka selama di New York?

Selengkapnya, baca langsung di sini

**Ingin berbagi informasi dari dan untuk kita di Citizen6? Caranya bisa dibaca di sini

**Ingin berdiskusi tentang topik-topik menarik lainnya, yuk berbagi di Forum Liputan6